Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Perjalanan Pulang Ayu Dewi dari Bangkok Lewati Jalur Laut

Presenter Ayu Dewi dan keluarganya tertahan dan harus menempuh perjalanan memutar dari Bangkok ke Jakarta imbas gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Perjalanan Pulang Ayu Dewi dari Bangkok Lewati Jalur Laut
Ayu Dewi terpaksa melanjutkan perjalanan melintasi Selat Bali menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang demi bisa kembali ke Jakarta lewat jalur darat (Dok. Instagram @mrsayudewi)

Frame Daily, Jakarta - Letusan Gunung Anak Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik di wilayah udara Banten dan sekitarnya tidak hanya melumpuhkan jadwal penerbangan nasional, tetapi juga memberikan pengalaman tak terlupakan bagi presenter papan atas, Ayu Dewi. Rencana kepulangannya dari Bangkok menuju Jakarta pada Minggu (6/9/2026) berubah menjadi perjalanan panjang yang menguji kesabaran.

Semula, Ayu bersama putrinya dijadwalkan terbang langsung dari Thailand pukul 08.00 pagi. Namun, saat menunggu di bandara, jadwal keberangkatan terus diundur hingga akhirnya dibatalkan. Pihak maskapai menyatakan penerbangan menuju Jakarta ditiadakan akibat penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta demi keselamatan penerbangan dari ancaman abu vulkanik.

Guna menyiasati situasi darurat tersebut, Ayu berusaha mencari rute lain agar bisa segera mendarat di tanah air. Pilihan penerbangan yang tersedia dari Bangkok menuju Indonesia saat itu hanya mengarah ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pesawat yang ditumpanginya berhasil mendarat di Bali pada Minggu sore sekitar pukul 17.55 WITA. Kendati demikian, pendaratan sempat tertunda karena pesawat harus memutar di udara selama kurang lebih 15 menit akibat padatnya lalu lintas penerbangan di ruang udara Bali yang dipenuhi pengalihan rute.

Meski telah tiba di wilayah Indonesia, tantangan belum selesai. Upaya untuk melanjutkan penerbangan domestik atau menyambung perjalanan dengan kereta api dari kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, hingga Semarang tidak membuahkan hasil karena keterbatasan tiket dan jadwal yang penuh.

Melihat akses udara dan jalur kereta yang sulit didapatkan, Ayu Dewi akhirnya mengambil langkah taktis untuk melanjutkan perjalanan lewat jalur darat dan laut. Pada Senin (7/9/2026) pagi, ia membagikan momen saat menaiki kapal feri dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Langkah menyeberangi Selat Bali tersebut menjadi pembuka dari rangkaian perjalanan darat menembus Pulau Jawa menuju Jakarta. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ibu tiga anak ini mengungkapkan bahwa situasi darurat bencana alam seperti ini menjadi pelajaran berharga tentang rasa sabar dan kepasrahan.

Pengalaman yang dialami Ayu Dewi hanyalah satu dari ribuan cerita pengguna jasa transportasi udara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, penutupan sementara sejumlah bandara utama membuat lebih dari 1.500 penerbangan tertunda dan memengaruhi sedikitnya 170.000 penumpang di berbagai rute domestik maupun internasional.

Otoritas penerbangan terus melakukan pemantauan berkala terhadap sebaran abu vulkanik untuk memastikan keamanan ruang udara sebelum seluruh aktivitas penerbangan dibuka kembali secara normal. Sementara itu, sebagian penumpang terdampak diimbau memanfaatkan moda transportasi alternatif untuk mencapai daerah tujuan.

Ditulis oleh Defi

Komentar