Frame Daily, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Selasa (14/7/2026) di zona hijau meski bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Penguatan yang terbatas mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi global dan domestik.
Mengacu pada data perdagangan RTI, IHSG ditutup naik 1,679 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.039,521. Indeks dibuka di level 6.057,761, sempat menyentuh level tertinggi 6.095,016 dan terendah 6.002,901. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp16,829 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 37,593 miliar saham.
Pergerakan Fluktuatif Warnai Perdagangan
Sepanjang perdagangan, IHSG beberapa kali bergerak di zona positif sebelum sempat melemah pada sesi kedua. Namun, menjelang penutupan, indeks kembali menguat dan berhasil mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.000.
Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih menerapkan strategi wait and see sambil mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta potensi aliran modal asing ke pasar negara berkembang.
Proyeksi Analis Masih Positif
Sebelum perdagangan dimulai, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset hariannya memproyeksikan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.
"Kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji level 6.083–6.254," tulis Herditya dalam riset hariannya.
Herditya juga memproyeksikan area support IHSG berada di level 5.839 dan 5.607, sedangkan area resistance berada di kisaran 6.286 hingga 6.599. Ia merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, yakni ADMR, ANTM, ASII, dan BRMS.
Sentimen Global Masih Menjadi Penentu
Meski berhasil ditutup di zona hijau, arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan sentimen global. Investor akan mencermati rilis data ekonomi internasional, arah kebijakan moneter The Fed, serta pergerakan pasar saham regional yang berpotensi memengaruhi arus dana ke pasar domestik.
Dengan likuiditas yang tetap terjaga dan indeks mampu bertahan di atas level 6.000, peluang penguatan masih terbuka. Namun, pelaku pasar diperkirakan tetap bersikap selektif hingga muncul katalis baru yang lebih kuat.
Komentar