IHSG Ditutup Melemah 0,30 Persen ke 6.315, Investor Cermati Sentimen Global

IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (23/7/2026) di zona merah setelah sempat menguat pada sesi perdagangan. Aksi ambil untung dan sentimen global membebani laju indeks.

IHSG Ditutup Melemah 0,30 Persen ke 6.315, Investor Cermati Sentimen Global
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026) ditutup melemah ke level 6.315,31 setelah investor mencermati sentimen global, aksi ambil untung, serta hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Foto by Afif Ramdhasuma / Unsplash/ framedaily.id

Frame Daily, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,16 poin atau 0,30 persen ke level 6.315,31 pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Setelah bergerak di zona hijau pada sebagian besar sesi perdagangan, indeks berbalik arah menjelang penutupan akibat aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak di kisaran 6.306,52–6.454,30. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp23,61 triliun dengan volume perdagangan 62,64 miliar saham dan frekuensi lebih dari 3,2 juta kali transaksi. Sebanyak 321 saham menguat, 299 saham melemah, dan 176 saham tidak berubah.

Investor Cermati Sentimen Global

Tekanan terhadap IHSG datang dari kombinasi sentimen global dan domestik. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, prospek kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta pergerakan harga komoditas global.

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut investor tetap mengamati dinamika global yang berpotensi memengaruhi arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global dan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset hariannya, dikutip RRI.

Hasil RDG BI Masih Menjadi Perhatian

Dari dalam negeri, investor masih merespons hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026. Dalam rapat tersebut, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen, dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya menjaga inflasi tetap terkendali, mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi dalam sasaran, mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental, serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI pada Rabu (22/7).

Prospek Perdagangan

Analis menilai pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, arah kebijakan The Fed, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arus dana investor asing di pasar saham domestik.

Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi dalam jangka pendek.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar