Frame Daily, Jakarta - Industri hiburan tanah air kembali diwarnai momen haru seiring rilisnya film Harusnya Horror. Karya ini tercatat sebagai proyek sinematik terakhir yang melibatkan almarhumah Lula Lahfah sebelum berpulang.
Kehadiran mendiang Lula dalam film tersebut tidak hanya meninggalkan kesan mendalam lewat perannya di layar, tetapi juga melalui persembahan khusus yang disiapkan tim produksi di akhir penayangan. Saat lampu bioskop mulai temaram dan daftar kerabat kerja diputar, penonton disuguhkan footage atau rekaman kenangan yang menampilkan momen kebersamaan mendiang Lula Lahfah bersama Reza Arap.
Sesi credit scene tersebut dirancang sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan atas kontribusi serta dedikasi Lula selama proses pembuatan karya tersebut. Momen nostalgia ini pun sukses memancing haru para penonton yang hadir dalam pemutaran perdana.
Kehadiran sosok mendiang Lula yang terus diangkat selama rangkaian promosi film Harusnya Horror tidak lepas dari perhatian publik. Beberapa pihak menyampaikan pandangan skeptis dan komentar negatif di media sosial, menilai langkah Reza Arap yang terus memberi space atau ruang khusus bagi mendiang sebagai hal yang berlebihan.
Menanggapi riak kritik tersebut, Reza Arap memberikan pernyataan tegas saat ditemui dalam konferensi pers Harusnya Horror. Dengan nada tenang namun mantap, ia menyatakan sama sekali tidak ambil pusing dengan narasi-narasi miring yang beredar di luar sana.
"Saya tidak peduli dengan berbagai komentar negatif mengenai saya yang selalu memberikan space untuk mendiang Lula Lahfah selama promosi film," ujar Reza di hadapan awak media.
Bagi Reza, pemberian porsi promosi dan ruang memori tersebut bukanlah panggung pamer atau strategi pemasaran semata, melainkan wujud rasa hormat dan kasih sayang seorang sahabat terhadap rekan kerjanya yang telah berpulang lebih dulu.
Reza menegaskan bahwa keputusannya untuk terus membawa nama mendiang Lula Lahfah dalam setiap momentum penting promosi film adalah komitmen personal yang tidak bisa diganggu gugat. Ia merasa bertanggung jawab memastikan bahwa karya terakhir sang sahabat mendapat apresiasi yang layak dari masyarakat luas.
"Saya akan selalu merayakan Lula Lahfah," tegasnya singkat.
Kata "merayakan" yang diusung Reza merujuk pada upaya menjaga semangat, karya, dan kenangan positif yang ditinggalkan Lula selama hidupnya. Langkah ini diambil agar publik mengingat almarhumah bukan hanya lewat duka, melainkan lewat dedikasi dan seni yang telah ia sumbangkan bagi dunia perfilman Indonesia.
Penayangan film Harusnya Horror beserta gestur penghormatan yang diberikan oleh tim produksi dan Reza Arap ini langsung memicu beragam respons di platform media sosial. Banyak penggemar dan penikmat film memberikan apresiasi atas kesetiaan kawan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Reza.
Bagi para penonton, keberadaan footage kenangan di akhir film menjadi penutup yang emosional. Film Harusnya Horror kini tak sekadar menjadi hiburan di layar lebar, tetapi juga sebuah monumen kenangan dan perpisahan manis bagi Lula Lahfah dari kawan-kawan terdekatnya di industri hiburan.
Komentar