Frame Daily, Selayar – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari kelima. Di tengah proses pencarian, warga menemukan sejumlah pelampung dan potongan gabus yang diduga berasal dari kapal di kawasan Pulau Kosong.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada Tim SAR Gabungan untuk dijadikan petunjuk dalam menentukan arah penyisiran. Petugas kemudian mendatangi lokasi guna melakukan identifikasi terhadap benda-benda yang ditemukan.
Di hari kelima operasi, Basarnas bersama unsur TNI AL, TNI AU, Polair, BPBD, Syahbandar, nelayan, dan berbagai instansi terkait terus mengerahkan armada laut untuk memperluas pencarian korban yang masih belum ditemukan. Area pencarian diperluas menjadi sekitar 1.305 nautical mile persegi dan dibagi ke dalam empat sektor agar proses penyisiran lebih efektif.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penguatan unsur laut dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang. Armada yang dikerahkan antara lain KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634.
Temuan Pelampung Jadi Petunjuk Pencarian
Pelampung dan gabus yang ditemukan warga di Pulau Kosong menjadi salah satu petunjuk penting bagi Tim SAR Gabungan. Temuan tersebut akan dipadukan dengan analisis arah arus laut, kecepatan angin, serta pemodelan pergerakan benda di laut untuk menentukan fokus pencarian berikutnya.
Pada operasi sebelumnya, tim SAR juga sempat menemukan pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Temuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi harian dalam menyusun strategi pencarian di lapangan.
Kondisi gelombang laut yang mencapai dua hingga tiga meter masih menjadi tantangan bagi personel SAR. Meski demikian, seluruh unsur gabungan tetap melanjutkan penyisiran dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Dua Korban Ditemukan Selamat
Di hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan juga berhasil menemukan dua korban dalam keadaan selamat setelah terdampar di Pulau Balaloho. Keduanya kemudian dievakuasi menggunakan KRI Marlin menuju Pelabuhan Benteng untuk mendapatkan penanganan medis. Dengan penemuan tersebut, jumlah korban selamat kembali bertambah, sementara korban yang masih hilang terus menjadi fokus pencarian.
Basarnas menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur dengan mengevaluasi hasil penyisiran setiap hari. Perhitungan arus laut, arah angin, serta laporan masyarakat akan menjadi dasar dalam menentukan area pencarian selanjutnya.
Harapan Keluarga Korban
Keluarga korban masih bertahan di posko menunggu perkembangan proses pencarian. Mereka berharap seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga.
Basarnas juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan yang menemukan benda mencurigakan atau diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa agar segera melaporkannya kepada petugas. Informasi sekecil apa pun dinilai dapat membantu mempercepat proses pencarian.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan laut dan dukungan masyarakat. Sinergi berbagai unsur diharapkan mampu mempercepat penemuan seluruh korban sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti kabar dari orang-orang tercinta.
Komentar