Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp62.150 per Kilogram Hari Ini

Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp62.150 per kilogram pada Selasa. Simak daftar terbaru harga beras, telur, bawang, daging, gula, dan minyak goreng berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia.

Harga Cabai Rawit Merah Nasional Tembus Rp62.150 per Kilogram Hari Ini
Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional mencapai Rp62.150 per kilogram berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Selasa (7/7/2026). Komoditas hortikultura tersebut masih menjadi salah satu penyumbang utama fluktuasi harga pangan di Indonesia. Photo by Devi Puspita Amartha Yahya / Unsplash

Frame Daily, Jakarta - Harga cabai rawit merah masih menjadi komoditas pangan dengan harga tertinggi di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah mencapai Rp62.150 per kilogram (kg), sementara harga telur ayam ras tercatat Rp29.100 per kg.

Data yang diperbarui pada pukul 08.15 WIB tersebut menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan strategis masih bergerak bervariasi. Perkembangan harga pangan nasional menjadi salah satu indikator penting yang terus dipantau pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat.

Cabai Rawit Merah Masih Menjadi Komoditas Paling Mahal

Cabai rawit merah masih memimpin daftar komoditas hortikultura dengan harga tertinggi. Selain cabai rawit merah yang dijual Rp62.150 per kg, PIHPS mencatat harga cabai merah keriting sebesar Rp50.900 per kg, cabai merah besar Rp50.050 per kg, dan cabai rawit hijau Rp49.950 per kg.

"Harga cabai rawit merah mencapai Rp62.150 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp29.100 per kilogram," dikutip dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang dilansir ANTARA, Selasa (7/7/2026).

Harga cabai yang masih tinggi menunjukkan komoditas hortikultura tetap rentan terhadap perubahan pasokan akibat faktor cuaca, distribusi, dan musim panen. Fluktuasi tersebut membuat harga cabai menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pangan bergejolak (volatile food).

Harga Beras dan Bawang Cenderung Stabil

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I sebesar Rp14.700 per kg dan kualitas bawah II Rp14.500 per kg.

Sementara itu, beras kualitas medium I dijual Rp16.350 per kg, medium II Rp16.150 per kg, sedangkan beras kualitas super I mencapai Rp17.650 per kg dan kualitas super II Rp17.150 per kg.

Di kelompok bumbu dapur, harga bawang merah tercatat Rp46.900 per kg dan bawang putih Rp44.000 per kg. Stabilnya harga kedua komoditas tersebut menunjukkan pasokan di tingkat pedagang eceran masih relatif terjaga.

Daging, Gula, dan Minyak Goreng Bergerak Stabil

PIHPS juga mencatat harga daging ayam ras segar berada di level Rp36.700 per kg. Adapun daging sapi kualitas I dijual Rp150.400 per kg dan kualitas II Rp141.450 per kg.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal Rp19.050 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp20.550 per liter. Harga minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp24.250 per liter dan kemasan bermerek II sebesar Rp23.400 per liter.

Data PIHPS Jadi Acuan Pemantauan Harga Pangan Nasional

PIHPS Bank Indonesia secara rutin memperbarui data harga pangan strategis dari berbagai daerah di Indonesia. Informasi tersebut menjadi salah satu acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.

Pemantauan harga pangan dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengantisipasi gejolak harga yang dapat memengaruhi inflasi nasional. Dengan pembaruan data secara berkala, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas strategis, terutama bahan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar