Frame Daily, Makassar- Antrean SPBU Makassar menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan setelah antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah menyebut ketersediaan stok BBM masih cukup, tetapi pelayanan dan pola pembelian menjadi persoalan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah merekrut tambahan 50 operator. Antrean SPBU Makassar diharapkan dapat ditekan setelah tenaga baru tersebut ditempatkan pada SPBU yang beroperasi selama 24 jam.
“Penambahan tenaga ini tentu kami harap dapat memperkuat pelayanan di lapangan, mempercepat proses pengisian BBM, serta mengurangi potensi terjadinya antrean panjang di SPBU,” kata Andi Sudirman di Makassar, Jumat (11/9), seperti dikutip ANTARA.
Sebanyak 50 operator tersebut akan ditempatkan di 25 SPBU di Kota Makassar yang beroperasi selama 24 jam. Artinya, setiap SPBU memperoleh tambahan rata-rata dua operator untuk mendukung kelancaran pelayanan.
Antrean SPBU Makassar dan Kekurangan Operator
Persoalan antrean SPBU Makassar mencuat setelah Andi Sudirman melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan SPBU yang masih kekurangan operator nozzle sehingga proses pengisian BBM belum berjalan optimal.
Di salah satu SPBU, hanya terdapat satu operator yang sedang menjalani masa pelatihan. Pada saat yang sama, tiga nozzle lainnya dalam kondisi standby sehingga kapasitas pelayanan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Bagaimana orang tidak antre kalau empat nozzle pengisian tapi hanya satu operator melayani. Kemudian adanya modifikasi tangki dan kendaraan bolak balik isi BBM,” ujar Andi Sudirman.
Kondisi tersebut membuat waktu pelayanan menjadi lebih panjang. Penambahan tenaga operator diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengisian, terutama pada SPBU yang melayani konsumen selama 24 jam.
Pemerintah juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Andi Sudirman memastikan stok BBM di SPBU Sulsel, termasuk yang beroperasi sepanjang hari, berada dalam kondisi aman berdasarkan laporan Pertamina.
“Stok ada di SPBU-SPBU kita, termasuk yang beroperasi 24 jam. Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak panic buying pembelian BBM,” katanya.
Satgas Temukan Dugaan Pelanggaran BBM
Persoalan antrean SPBU Makassar tidak hanya berkaitan dengan jumlah operator. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan bersama Satgas Tertib BBM menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam proses pengisian dan penyaluran BBM.
Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Kasman mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. Pengawasan dilakukan setelah antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar dan wilayah lain di Sulsel.
Beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan berupa transaksi pengisian berulang dalam satu hari, kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi, serta penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan pada STNK.
Petugas juga menemukan kendaraan dengan tangki ganda dan pembelian BBM dalam jumlah tidak wajar atau melebihi pola konsumsi normal. Ada pula kendaraan yang diduga menggunakan beberapa barcode untuk melakukan transaksi.
“Kemudian ada juga jenis pelanggaran kendaraan yang menggunakan beberapa barcode untuk melakukan transaksi serta kurangnya operator nozzle di SPBU yang melayani,” kata Kasman.
Menurut dia, praktik tersebut ikut memicu antrean SPBU Makassar karena meningkatkan beban pelayanan dan membuat distribusi BBM tidak berlangsung secara normal.
Kasman menyatakan kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran akan diteruskan kepada aparat penegak hukum. Langkah tersebut dilakukan agar dugaan penyalahgunaan BBM dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Stok BBM Disebut Masih Cukup
Untuk mengatasi antrean SPBU Makassar, Satgas Tertib Pengisian BBM di kabupaten dan kota di Sulsel juga melakukan pengawasan langsung. Tim bekerja berdasarkan arahan Surat Edaran Gubernur Sulsel untuk memastikan penyaluran BBM berlangsung tertib dan tepat sasaran.
Satgas tersebut melibatkan unsur TNI dan Polri, Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP. Kolaborasi lintas sektor diarahkan untuk menjaga ketertiban sekaligus mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Kasman memastikan ketersediaan BBM di Sulsel masih cukup berdasarkan laporan sementara Pertamina. Ia menduga antrean turut dipengaruhi anomali disparitas harga yang membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM subsidi.
“Stok BBM kita sebenarnya itu cukup berdasarkan laporan sementara dari Pertamina. Cuma kemungkinan ada anomali disparitas harga, sehingga banyak masyarakat beralih ke BBM subsidi sehingga mengakibatkan antrean panjang di SPBU,” pungkasnya.
Dengan tambahan 50 operator dan pengawasan terhadap pola transaksi, pemerintah berharap antrean SPBU Makassar dapat berangsur normal. Penertiban juga menjadi bagian penting untuk memastikan BBM tersalurkan kepada konsumen sesuai peruntukannya.
Komentar