Frame Daily, Jakarta, – Global Peace Convoy Indonesia menggelar konferensi pers terkait perkembangan terbaru relawan dan jurnalis Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Konferensi pers tersebut digelar menyusul kabar intersepsi terhadap kapal bantuan internasional oleh militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di wilayah perairan menuju Gaza.
Dewan Pengarah GPCI, , menyampaikan hingga saat ini dua kapal bantuan sedang diintersep oleh pihak Israel.
“Dua kapal sedang diintersep, tetapi belum secara resmi ditahan Israel karena belum ada pernyataan resmi,” ujar Maimon dalam konferensi pers, Senin (18/5/2026).
Relawan Bawa Obat, Susu Bayi, dan Bahan Pangan
Maimon menjelaskan para relawan membawa bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, susu bayi, dan bahan pangan untuk warga Palestina di Gaza.
Ia mengatakan misi utama rombongan tersebut adalah menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menunjukkan solidaritas internasional terhadap warga sipil Palestina.
“Relawan membawa obat, susu bayi, dan bahan pangan menuju Palestina,” katanya.
Menurut Maimon, terdapat sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam pelayaran tersebut. Mereka berangkat dari Turki dan terbagi ke dalam lima kapal berbeda.
Dari lima kapal itu, dua kapal dilaporkan mengalami intersepsi dalam perjalanan menuju Gaza.
Bagian dari Global Sumud Flotilla 2.0
Maimon menyebut pelayaran ini merupakan bagian dari rangkaian Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang melanjutkan misi kemanusiaan sebelumnya.
Saat ini, GSF 2.0 melibatkan sekitar 750 peserta dari 50 negara yang bergabung dalam aksi solidaritas internasional menuju Palestina.
Ia menjelaskan terdapat tiga tujuan utama dalam misi tersebut, yakni:
- Menjadi bagian dari pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Palestina
- Mencoba menembus blokade menuju Gaza
- Menjalankan diplomasi kemanusiaan untuk kemerdekaan Palestina
Daftar Peserta Indonesia dalam Misi Gaza

Dalam konferensi pers tersebut, GPCI juga memaparkan daftar peserta asal Indonesia yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan menuju Gaza.
Berikut daftar nama yang disampaikan:
- Herman Budianto Sudarsono
(GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro - Ronggo Wirasanu
(GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro - Andi Angga Prasadewa
(GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef - Asad Aras Muhammad
(GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1 - Hendro Prasetyo
(GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1 - Bambang Noroyono
(Republika) – Kapal BoraLize - Thoudy Badai
(Republika) – Kapal Ozgurluk - Andre Prasetyo Nugroho
(Tempo) – Kapal Ozgurluk - Rahendro Herubowo
(GPCI – iNewsTV) – Kapal Ozgurluk
Tempo Sebut Komunikasi Terakhir Pukul 10.42 WIB
Sementara itu, pihak Tempo menyebut komunikasi terakhir dengan jurnalis mereka terjadi pada Minggu pukul 10.42 WIB.
Setelah komunikasi tersebut, belum ada informasi lanjutan mengenai kondisi jurnalis maupun rombongan kapal bantuan yang menuju Gaza.
Informasi itu menambah kekhawatiran terhadap keselamatan relawan dan jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.
Hingga Senin malam, belum ada keterangan resmi dari pihak IDF terkait status para relawan dan jurnalis internasional yang berada dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Komentar