Frame Daily, Jakarta - Google akan menghentikan dukungan Chrome Apps secara bertahap hingga mencapai akhir siklus hidup (end of life/EOL) pada Oktober 2028.
Kebijakan tersebut bukan berarti Google berhenti beroperasi atau browser Google Chrome akan ditutup. Penghentian hanya berlaku untuk Chrome Apps, jenis aplikasi yang sebelumnya dirancang untuk berjalan dalam ekosistem Chrome.
Google menyebut dukungan Chrome Apps telah memasuki tahap akhir dan mendorong pengembang untuk beralih ke teknologi web modern.
Dukungan Chrome Apps Dihentikan Bertahap
Penghentian Chrome Apps dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025.
Google mencatat Juli 2026 sebagai jadwal rilis terakhir ChromeOS yang mendukung Chrome Apps dalam mode kios. Untuk perangkat yang menggunakan kanal dukungan jangka panjang atau Long-term Support (LTS), dukungan dalam mode tersebut masih tersedia hingga April 2027.
Selanjutnya, pada Januari 2027, Chrome Apps yang dipasang administrator dalam sesi pengguna akan dinonaktifkan secara default.
Tahap berikutnya terjadi pada Januari 2028. Google menjadwalkan ChromeOS versi 184 sebagai rilis terakhir yang mendukung Chrome Apps.
Namun, perangkat yang berada di kanal LTS masih dapat menggunakan Chrome Apps hingga Oktober 2028, yang menjadi batas akhir dukungan secara keseluruhan.
Apa Pengganti Chrome Apps?
Google tidak mengarahkan pengguna ke satu aplikasi pengganti tertentu. Sebaliknya, pengembang diarahkan untuk melakukan migrasi ke teknologi web modern.
Pilihan utama yang direkomendasikan adalah web applications, termasuk Progressive Web Apps (PWA).
PWA memungkinkan sebuah situs atau aplikasi web memberikan pengalaman yang lebih menyerupai aplikasi native. Pengguna juga dapat memasangnya pada perangkat dan mengaksesnya melalui ikon atau pintasan seperti aplikasi biasa.
Google menilai aplikasi web menjadi pilihan migrasi yang paling fleksibel karena dapat berjalan di berbagai browser dan sistem operasi.

Chrome Extensions Tetap Bisa Digunakan
Selain aplikasi web, Chrome Extensions juga menjadi pilihan untuk kebutuhan tertentu.
Google menjelaskan bahwa ekstensi lebih cocok untuk aplikasi yang membutuhkan integrasi khusus dengan browser, termasuk fungsi yang berjalan di latar belakang atau memodifikasi kemampuan browser.
Namun, ekstensi bukan pengganti universal Chrome Apps. Google tetap menempatkan aplikasi web sebagai jalur migrasi yang lebih disarankan.
Pengguna Tidak Perlu Khawatir Chrome Ikut Ditutup
Pengumuman ini penting dipahami agar tidak menimbulkan salah tafsir.
Google tidak berhenti beroperasi pada 2028. Google Chrome juga tidak dihentikan.
Yang memasuki akhir masa dukungan adalah Chrome Apps.
Bahkan, Google masih terus mengembangkan Chrome dan teknologi web. Salah satu contohnya adalah pengembangan fitur baru untuk Progressive Web Apps di Chrome 150, termasuk mekanisme yang memungkinkan migrasi asal aplikasi PWA secara lebih mulus.
Pengembang Diminta Segera Migrasi
Google menyarankan pengembang yang masih memiliki Chrome Apps untuk mulai mengevaluasi fungsi aplikasinya dan menentukan teknologi pengganti yang sesuai.
Untuk aplikasi dengan kebutuhan umum, web application atau PWA menjadi pilihan utama. Sementara aplikasi yang membutuhkan integrasi khusus dengan browser dapat mempertimbangkan Chrome Extensions.
Bagi perusahaan, sekolah, maupun organisasi yang masih menggunakan Chrome Apps dalam perangkat yang dikelola secara terpusat, proses migrasi perlu dilakukan sebelum masa dukungan berakhir.
Dengan demikian, Oktober 2028 bukan akhir Google Chrome, melainkan menjadi tenggat terakhir bagi teknologi Chrome Apps yang telah digunakan selama bertahun-tahun.
Sumber: Google Chrome Enterprise and Education; Chrome for Developers.

Komentar