Gempa Susulan M5,2 Guncang Flores, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa susulan M5,2 mengguncang Flores, NTT, Jumat dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan meminta warga tetap waspada.

Gempa Susulan M5,2 Guncang Flores, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa susulan M5,2 kembali mengguncang Flores, NTT, Jumat dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Aktivitas susulan masih dipantau. (Foto Ilustrasi/AI/framedaily.id)

Frame Daily, Jakarta - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat dini hari. Gempa berkekuatan magnitudo 5,2 tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 01.12.55 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa memiliki magnitudo M5,2 dengan kedalaman 23 kilometer. Episenter berada pada koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan dan 120,60 derajat Bujur Timur, atau di laut sekitar 41 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan setelah kejadian.

Meski demikian, masyarakat yang berada di wilayah terdampak gempa diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Kewaspadaan menjadi penting karena aktivitas seismik di Flores masih berlangsung setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus lalu.

Ribuan Gempa Susulan Terjadi

Aktivitas gempa susulan di Flores masih cukup tinggi. Sehari sebelum gempa M5,2 ini, BMKG mencatat gempa M5,7 mengguncang wilayah barat laut Manggarai Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB.

Gempa M5,7 tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dan juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

BMKG menyebut gempa M5,7 merupakan bagian dari rangkaian susulan gempa utama M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat 3.489 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di kawasan Flores masih berlangsung dan masyarakat di wilayah terdampak perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Warga Diminta Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga disarankan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa sebelumnya. Bangunan yang retak atau mengalami perubahan struktur dapat menjadi lebih berisiko ketika terjadi gempa susulan.

Bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian, informasi mengenai kondisi bangunan dan keamanan lingkungan perlu menjadi perhatian sebelum kembali ke rumah.

Rangkaian Gempa Flores Masih Dipantau

Gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 menjadi pemicu rangkaian aktivitas gempa yang terjadi hingga saat ini. BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Dengan masih berlangsungnya gempa susulan, pemantauan aktivitas seismik terus dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan pemerintah.

BMKG mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan.

Informasi mengenai gempa bumi, potensi tsunami, maupun perkembangan aktivitas seismik sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar