Frame Daily, Jakarta - Dunia industri musik internasional kembali diguncang oleh benturan politik dan kebebasan berekspresi. Menyusul keputusan kontroversial pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian pertunjukan tur Ed Sheeran lantaran vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina, sejumlah aksi pembuka (opener) dan musisi pengiring resmi menyatakan mundur dari tur tersebut.
Secara beruntun, sederet nama besar dan grup musik ternama seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga grup musik asal Irlandia Beoga merilis pernyataan resmi bahwa mereka tidak lagi melanjutkan komitmen sebagai musisi pendukung dalam tur bertajuk The Loop North American Tour milik Ed Sheeran.
Keputusan kolektif ini menegaskan bahwa solidaritas terhadap aksi kemanusiaan di Palestina serta hak seniman untuk menyuarakan pendapat berada di atas komitmen komersial pertunjukan.
Produser dan penyanyi-penulis lagu peraih Grammy, Finneas, menegaskan posisinya bahwa suara seniman yang membela kaum tertindas tidak boleh dibungkam oleh pihak manapun.
"Musisi tidak boleh dibungkam ketika mereka berbicara membela yang tertindas. Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur mendatang bersama Ed Sheeran. Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya," ungkap Finneas dalam akun resminya.
Penyanyi asal Denmark, Lukas Graham, turut menyampaikan pengunduran dirinya dari sisa tanggal tur. Dalam penyataannya, Lukas mengenang latar belakang tumbuh kembangnya di Christiania, Denmark, tempat di mana menyampaikan pendapat adalah hak fundamental setiap orang tanpa dipengaruhi kekayaan atau status ekonomi.
Lukas menyindir keras penggunaan kekuatan uang untuk mengontrol narasi politik dan membungkam suara kemanusiaan. Menurutnya, tidak ada saldo bank milik siapapun yang berhak menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh diakui. Meskipun mengagumi sosok Ed Sheeran secara personal, ia merasa tidak bisa terus tampil di panggung saat prinsip tersebut dilanggar.
Senada dengan Lukas, musisi Aaron Rowe melayangkan kritik tajam terhadap fenomena penekanan opini oleh pihak-pihak berkuasa. Sebagai musisi asal Irlandia, Aaron mengaitkan penindasan yang terjadi di Palestina dengan sejarah kelam bangsanya sendiri.
Aaron menyatakan bahwa rakyat Irlandia sangat memahami penderitaan akibat genosida, kelaparan yang disengaja, serta pendudukan paksa. Ia tidak ingin mengkhianati leluhurnya yang telah berjuang melawan kolonialisme dengan tetap bungkam demi melanjutkan tur.
"Saya tidak bisa berdiam diri dan membiarkan para miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara sah dari mereka yang bersuara melawan genosida Israel dan menyoroti pembunuhan kejam terhadap anak-anak. Saya akan kehilangan seluruh rasa hormat pada diri sendiri jika melanjutkan ini seolah semuanya normal," tulis Aaron Rowe.
Band folklok asal Irlandia, Beoga—yang sebelumnya juga pernah berkolaborasi langsung dengan Ed Sheeran—turut menyuarakan pengunduran diri mereka. Sebagai bagian dari gerakan Irish Artists For Palestine, Beoga menegaskan komitmen mereka terhadap keadilan kemanusiaan.
Pihak Beoga menilai bahwa polemik dan pengeluaran musisi dari tur hanyalah bentuk pengalihan perhatian dari krisis utama yang sedang terjadi di lapangan, di mana ribuan warga Palestina terus menjadi korban jiwa. Mereka mengakhiri pernyataannya dengan seruan tegas mendukung kemerdekaan Palestina.
Fenomena mundurnya para musisi pendukung tur ini menciptakan tekanan signifikan bagi manajemen tur Ed Sheeran. Langkah bersama ini menunjukkan soliditas para seniman lintas negara yang menolak pembungkaman isu kemanusiaan dan penindasan politik di atas panggung musik global.
Komentar