Frame Daily, Jakarta – Jalan ambles Pulogadung di Jalan Cinta, Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur, hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen meski kondisinya sudah berlangsung hampir empat bulan. Kerusakan yang menyisakan satu lajur tersebut membuat warga khawatir karena dinilai berpotensi semakin meluas, terutama saat hujan, sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Saat ini, ruas jalan yang sebelumnya dapat dilalui kendaraan dari dua arah hanya bisa digunakan secara terbatas. Kendaraan roda dua masih dapat melintas dengan hati-hati, sedangkan kendaraan roda empat sudah tidak lagi bisa menggunakan akses tersebut karena kondisi badan jalan yang terus mengalami penurunan.
Warga Sebut Jalan Ambles Terjadi Sejak Dua Hari Setelah Lebaran
Menurut keterangan warga, kerusakan mulai terlihat sekitar dua hari setelah Hari Raya Idulfitri. Sejak saat itu, kondisi jalan terus memburuk hingga menyebabkan sebagian badan jalan tidak lagi aman untuk dilalui.
Warga menduga jalan ambles berkaitan dengan aktivitas pengerukan kali yang dilakukan di sekitar lokasi beberapa waktu lalu. Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan penyampaian warga dan belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti amblesnya jalan.
Salah seorang warga, Gita, mengatakan masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen agar kerusakan tidak terus meluas.
"Dari Lebaran dua hari, sekitar sudah empat bulanan sampai sekarang. Awalnya karena ada pengerukan kali. Harapannya cepat ditutup saja karena takut banjir dan kondisinya sudah miring sekali," ujar Gita.
Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jalan yang semakin miring juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan yang masih melintas setiap hari.
Akses Jalan Kini Hanya Bisa Dilalui Sepeda Motor
Dampak dari jalan ambles Pulogadung tidak hanya dirasakan warga sekitar, tetapi juga pengguna jalan yang biasa memanfaatkan akses tersebut sebagai jalur penghubung.
Saat ini, kendaraan roda empat tidak lagi dapat melewati lokasi karena dikhawatirkan memperparah kondisi jalan maupun membahayakan pengemudi. Sementara itu, pengendara sepeda motor harus melintas secara bergantian melalui satu lajur yang tersisa.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menjadi lebih terbatas, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar akses jalan kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Kelurahan Sebut Penanganan Masih Bersifat Sementara
Pemerintah Kelurahan Pulogadung menyatakan telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengamankan lokasi sejak kerusakan pertama kali dilaporkan.
Lurah Pulogadung, Ariyanto, menjelaskan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan bersama perangkat kelurahan, RT, dan RW. Setelah itu, koordinasi dilakukan dengan instansi teknis untuk menangani kondisi darurat di lokasi.
Menurut Ari, penanganan sementara dilakukan guna mencegah kerusakan semakin meluas, khususnya pada bagian turap yang mengalami keruntuhan.
"Kami melakukan peninjauan, berkoordinasi dengan dinas teknis, kemudian dilakukan penanganan sementara untuk pengamanan agar turap yang runtuh dan jalan yang amblas tidak semakin meluas," ujar Ari.
Menunggu Tindak Lanjut Balai Besar Wilayah Sungai
Kelurahan Pulogadung menyebut penanganan permanen berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Karena itu, pemerintah kelurahan telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas langkah lanjutan.
Hingga kini, pemerintah kelurahan masih menunggu tindak lanjut dari BBWSCC terkait pelaksanaan perbaikan permanen di lokasi jalan ambles tersebut.
Sementara menunggu proses tersebut, pengamanan sementara tetap dilakukan agar kerusakan tidak semakin melebar dan membahayakan masyarakat.
Warga berharap koordinasi antarinstansi dapat segera menghasilkan solusi konkret sehingga jalan kembali berfungsi normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
Komentar