Dugaan Keracunan MBG Jayapura, 80 Siswa Dirujuk

Sebanyak 80 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan program MBG. Para siswa dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan Keracunan MBG Jayapura, 80 Siswa Dirujuk
80 Siswa Diduga Keracunan MBG di Jayapura, RSUD Yowari Dirikan Tenda Darurat ( Foto Frame Daily.Id)

Frame Daily, Jayapura – Sebanyak 80 siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa tersebut telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Peristiwa dugaan keracunan MBG Jayapura terjadi setelah sejumlah siswa mengalami keluhan seperti mual, pusing, dan tubuh lemas. Hingga Rabu (5/8/2026) dini hari, petugas kesehatan masih melakukan pemeriksaan serta pendataan terhadap para siswa yang terdampak.

Pemerintah daerah belum memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan para siswa mengalami kondisi tersebut.

80 Siswa Dirujuk ke Sejumlah Fasilitas Kesehatan

Berdasarkan data sementara, para siswa yang mengalami keluhan kesehatan telah dirujuk ke beberapa fasilitas pelayanan medis.

Sebanyak 43 siswa dirawat di RSUD Yowari, 10 siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Harapan, 11 siswa di Puskesmas Sentani, 11 siswa di Puskesmas Waibu, serta lima siswa dirujuk ke RSUP Jayapura.

Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap kondisi masing-masing pasien dan memberikan penanganan sesuai tingkat kebutuhan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Anton Mote mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan karena jumlah pasien yang datang masih berubah.

"Jumlah pastinya masih kami data karena pasien masih berdatangan. Fokus kami saat ini adalah melakukan penyelamatan dan penanganan terhadap para siswa," ujar Anton.

RSUD Yowari Dirikan Tenda Darurat Meningkatnya jumlah pasien membuat RSUD Yowari menyiapkan tenda darurat di area rumah sakit. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan medis apabila terjadi peningkatan jumlah pasien.

Anton menjelaskan, penanganan dilakukan menggunakan sistem triase untuk menentukan prioritas pelayanan berdasarkan kondisi kesehatan pasien.

Selain RSUD Yowari, sejumlah puskesmas di wilayah sekitar Sentani juga diaktifkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan.

"Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dioptimalkan. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan lain untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan," katanya.

Penyebab Dugaan Keracunan Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab munculnya gangguan kesehatan pada puluhan siswa masih dalam proses pemeriksaan.

Petugas kesehatan bersama pihak terkait melakukan pengumpulan informasi, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi para siswa dan makanan yang dikonsumsi sebelum munculnya keluhan.

Pemerintah daerah belum menyimpulkan apakah kejadian tersebut berkaitan langsung dengan makanan program MBG. Hasil pemeriksaan dan evaluasi dari pihak berwenang masih ditunggu. Pemerintah Pastikan Penanganan Berjalan

Kasus dugaan keracunan MBG Jayapura menjadi perhatian karena melibatkan puluhan siswa dalam satu wilayah. Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa.

Ditulis oleh Rury Satria

Komentar