Dua Anggota DPRD Diduga Mabuk Intimidasi Dokter Icha

Keluarga Dokter Icha mengungkap dua anggota DPRD TTU diduga berada dalam kondisi mabuk saat mendatangi IGD RS Leona. Sebanyak 23 saksi disebut siap memberikan kesaksian, sementara pihak terlapor membantah tuduhan tersebut.

Dua Anggota DPRD Diduga Mabuk Intimidasi Dokter Icha
Foto : istimewa

Frame Daily, Jakarta – Kasus dugaan intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha di Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi perhatian publik. Keluarga mengungkap adanya dugaan dua anggota DPRD TTU berada dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol saat mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara keluarga, Fabianus Banase. Ia menyebut dugaan itu didukung oleh kesaksian puluhan orang yang berada di lokasi ketika peristiwa berlangsung.

Menurut Fabianus, sedikitnya 23 saksi telah menyatakan kesiapannya memberikan keterangan kepada penyidik apabila proses hukum berlanjut. Para saksi berasal dari tenaga kesehatan, petugas rumah sakit, hingga warga yang berada di sekitar IGD saat kejadian.

"Sebanyak 23 saksi siap memberikan kesaksian. Mereka mencium bau alkohol saat kejadian berlangsung," ujar Fabianus, dikutip dari Detik, Senin (29/6/2026).

Keluarga menyebut kedatangan rombongan anggota DPRD ke IGD membuat suasana pelayanan medis menjadi tegang. Mereka menilai tindakan tersebut telah memberikan tekanan terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas menangani pasien.

Selain mengandalkan kesaksian para saksi, keluarga mengaku telah menerima dokumentasi berupa foto yang diambil saat peristiwa berlangsung. Namun, mereka menyayangkan tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di area pelayanan IGD sehingga proses pembuktian menjadi lebih terbatas.

Fabianus mengatakan keluarga akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Selain melaporkan dugaan intimidasi kepada kepolisian, mereka juga berencana mengadukan dugaan pelanggaran etik para anggota DPRD tersebut ke Badan Kehormatan DPRD TTU.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencari keadilan sekaligus memastikan tenaga kesehatan memperoleh perlindungan saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Pihak Terlapor Membantah

Sementara itu, anggota DPRD TTU yang sebelumnya disebut dalam kasus tersebut membantah telah melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha maupun tenaga kesehatan lainnya. Mereka menegaskan kedatangannya ke rumah sakit hanya untuk meminta penjelasan mengenai penanganan pasien dan tidak bermaksud memberikan tekanan.

Mereka juga membantah tudingan berada dalam kondisi mabuk saat berada di rumah sakit.

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami laporan yang disampaikan keluarga. Penyidik dijadwalkan memeriksa para saksi serta meminta klarifikasi dari seluruh pihak yang terlibat guna mengungkap fakta secara menyeluruh.

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat serta komunitas tenaga kesehatan. Banyak pihak berharap proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berimbang sehingga seluruh fakta dapat dibuktikan berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang sah.

Di sisi lain, kasus tersebut juga memunculkan kembali diskusi mengenai pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis dari segala bentuk intimidasi ketika memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di ruang gawat darurat yang membutuhkan situasi kondusif.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar