Drone Termal Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Basarnas Banten mengerahkan dua drone termal untuk mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Drone Termal Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Ilustrasi - Basarnas Banten mengerahkan dua drone termal untuk mencari rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. (FDN/AI)

Frame Daily, Jakarta - Drone termal disiapkan Kantor SAR Banten untuk membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten.

Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal yang ditempatkan di KN SAR Tetuka. Teknologi tersebut menjadi alternatif pencarian dari udara karena penerbangan helikopter atau pesawat belum memungkinkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih menyebar.

Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan kembali dilakukan setelah kondisi memungkinkan. Tim gabungan dijadwalkan bergerak mulai pukul 07.00 WIB.

“Kita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,” kata Rizky dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa (8/9) malam, dikutip ANTARA.

Penggunaan drone termal dipilih untuk membantu penyisiran dari udara di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Perangkat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran area pencarian ketika kondisi penerbangan berawak masih berisiko.

“Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” ujar Rizky.

Abu Vulkanik Hambat Pencarian Udara

Operasi pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Kapal kemudian bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, karena kondisi laut dan jarak pandang dinilai tidak mendukung pencarian pada malam hari.

Rizky menjelaskan keselamatan personel menjadi pertimbangan utama penghentian sementara penyisiran. “Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,” katanya.

Kondisi abu vulkanik juga membuat penggunaan pesawat atau helikopter belum dapat dilakukan. Drone termal menjadi pilihan yang dinilai lebih memungkinkan untuk membantu pemantauan area dari udara tanpa menempatkan awak pesawat dalam kondisi yang berisiko.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan dua speedboat, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal telah bersandar di pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.

Informasi mengenai kemungkinan keberadaan rombongan di Pulau Sebesi masih diverifikasi. Basarnas belum memastikan apakah para jurnalis berada di lokasi tersebut.

Lima Alut dan Puluhan Personel Dikerahkan

Berdasarkan data posko operasi Kantor SAR Banten, sedikitnya lima unit alat utama (alut) disiapkan dalam kondisi siap digerakkan. Armada tersebut terdiri atas KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu ambulans dari FBN Banten.

Kekuatan pencarian juga diperkuat potensi SAR dari 16 instansi dan unsur masyarakat. Personel yang terlibat berasal dari Basarnas, kepolisian, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, Balawista, media lokal, nelayan, hingga masyarakat sekitar.

Balawista menjadi salah satu unsur dengan jumlah personel terbesar, yakni 50 orang. Kantor SAR Banten mengerahkan enam personel, KN SAR Tetuka delapan orang, USS Pandeglang enam orang, Polsek Carita lima orang, Ditpolairud Polda Banten lima orang, Kecamatan Carita lima orang, serta Potsar Banten tujuh orang.

Nelayan dan masyarakat setempat juga akan dilibatkan untuk memperluas jangkauan informasi serta pencarian. Langkah tersebut penting untuk menelusuri kemungkinan kapal mencapai wilayah pesisir, pulau kecil, atau dermaga yang tidak masuk dalam pemantauan awal.

Operasi pencarian drone termal dan armada laut akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi cuaca, jarak pandang, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta informasi terbaru dari lapangan. Basarnas memastikan pencarian dilakukan secara terpadu dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Hingga informasi tersebut disampaikan, keberadaan rombongan jurnalis yang hilang kontak belum dapat dipastikan. Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian dan mengumpulkan setiap informasi yang berpotensi membantu menemukan kapal beserta seluruh penumpangnya.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar