Dampak Erupsi Anak Krakatau, Deretan Artis Bagikan Kondisi Rumah dan Kendaraan

Sejumlah publik figur seperti Fadly Faisal, Hesti Purwadinata, Wulan Guritno, hingga Imam Darto turut membagikan potret rumah dan kendaraan mereka yang diselimuti debu, sembari mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Dampak Erupsi Anak Krakatau, Deretan Artis Bagikan Kondisi Rumah dan Kendaraan
Deretan artis membagikan kondisi rumah dan kendaraan terdampak dari erupsi anak krakatau (Dok. Instagram @wulanguritno)

Frame Daily, Jakarta - Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diguyur hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu pagi, 6 September 2026. Meskipun lapisan debu yang menyelimuti kawasan pemukiman warga tergolong tipis, sebarannya cukup merata dan berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat, tak terkecuali para selebriti tanah air.

Fenomena ini mendadak ramai di media sosial setelah sejumlah publik figur membagikan kondisi hunian serta kendaraan pribadi mereka yang terdampak material vulkanik. Kehadiran abu vulkanik yang tak diundang ini memaksa warga untuk ekstra waspada saat beraktivitas di luar rumah.

Aktor dan model Fadly Faisal menjadi salah satu sosok yang memperlihatkan dampak erupsi tersebut di huniannya. Melalui unggahan media sosial, Fadly memperlihatkan beberapa sudut rumah dan kendaraan pribadinya yang mulai tertutup lapisan debu tipis berwarna abu-abu. Ia pun mengingatkan pengikutnya untuk tidak mengabaikan keselamatan diri.

"Kalau keluar rumah harus pakai masker agar aman," tegas Fadly saat membagikan kondisi terkini di sekitarnya.

Pengalaman serupa dirasakan pembawa acara Hesti Purwadinata. Hesti mendapati lapisan abu vulkanik menempel cukup tebal di permukaan mobilnya yang terparkir di area terbuka. Ia mengaku terkejut karena dampak erupsi gunung yang berada di Selat Sunda tersebut terasa sangat nyata hingga ke wilayah tempat tinggalnya.

Dampak abu vulkanik juga masuk ke dalam area hunian. Aktris Wulan Guritno menceritakan bagaimana lantai rumahnya terasa jauh lebih kotor dan berdebu dari biasanya sejak Minggu pagi. Kondisi tersebut memaksa penghuni rumah untuk lebih sering membersihkan ruangan interior.

Sementara itu, presenter Imam Darto membagikan momen saat dirinya berusaha membersihkan lantai rumah. Saat disapu, kotoran yang terkumpul bukanlah debu rumah biasa, melainkan serbuk abu vulkanik bertekstur khas yang relatif lebih kasar dan sulit dibersihkan sekali usap.

Dampak yang lebih pekat dialami oleh pembuat konten Sahil dari Duo Bahlul yang berdomisili di kawasan Sentul, Bogor. Wilayah yang berada di dataran lebih tinggi tersebut tampaknya menerima endapan material vulkanik yang cukup signifikan.

Sahil mengungkapkan rasa frustrasinya lantaran sudah menyapu lantai rumahnya berulang kali, namun debu halus terus bermunculan dan menempel kembali. Siklus pembersihan yang seolah tak ada habisnya ini menjadi kendala utama bagi warga di kawasan terdampak.

Tak ketinggalan, artis Shireen Sungkar dan selebgram Sania Leonardo turut membagikan curahan hati mereka. Sania memperlihatkan kondisi kendaraannya yang diselimuti debu abu-abu pekat. Ia memanfaatkan platform digitalnya untuk mengimbau masyarakat luas agar selalu mengenakan masker pelindung pernapasan jika terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan.

Menyusul kondisi langit Jabodetabek yang diselimuti kabut tipis material vulkanik, sejumlah publik figur memutuskan untuk menunda berbagai kegiatan outdoor yang telah dijadwalkan. Langkah ini diambil guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung yang dapat memicu gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta iritasi mata.

Paparan abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan berukuran sangat kecil, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan jika terhirup dalam jumlah banyak. Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat di kawasan Jabodetabek untuk:

Menggunakan Masker: Gunakan masker jenis N95 atau masker medis saat keluar rumah guna menyaring partikel mikro vulkanik.

Menutup Akses Ventilasi: Tutup jendela dan pintu rumah rapat-rapat untuk mencegah debu masuk ke dalam ruangan tempat tinggal.

Membasahi Debu Sebelum Diclean: Saat membersihkan kendaraan atau lantai, semprotkan sedikit air terlebih dahulu agar debu vulkanik tidak terbang dan terhirup.

Membatasi Aktivitas Fisik Luar Ruangan: Hindari olahraga berat di luar ruangan hingga kondisi kualitas udara membaik dan erupsi mereda.

Hingga Berita ini diturunkan, masyarakat di imbau untuk tetap tenang namun waspada, serta memantau perkembangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait arah angin dan intensitas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ditulis oleh Defi

Komentar