Bencana NTT: Bulog realisasikan bantuan 1.321 Ton Beras

Sebanyak 1.321 ton beras telah direalisasikan untuk bantuan bencana di NTT. Penyaluran dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah hingga aparat desa.

Bencana NTT: Bulog realisasikan bantuan 1.321 Ton Beras
Pemetaan Bantuan Bulog untuk Korban Terdampak Gempa NTT (Sumber : Bayu)

Frame Daily,Jakarta - Lebih dari 1.300 ton beras telah disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut menjadi bagian dari penanganan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan total realisasi penyaluran beras hingga saat ini mencapai 1.321.550 kilogram atau sekitar 1.321 ton.

Bantuan tersebut mencakup beberapa skema penyaluran, termasuk bantuan untuk korban bencana alam dan bantuan pangan.

“Total realisasi sampai dengan hari ini untuk beras adalah 1.321.550 kilogram,” kata Ahmad.

Selain beras, Bulog juga menyalurkan bantuan minyak dengan total sekitar 7.000 liter untuk tujuh kabupaten yang terdampak bencana.

Penyaluran Melibatkan Banyak Pihak

Distribusi bantuan tidak dilakukan Bulog sendirian. Penyaluran melibatkan berbagai unsur pemerintah dan aparat di daerah.
Ahmad menyebut BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah hingga aparat desa ikut berperan dalam memastikan bantuan sampai ke wilayah terdampak.

Pola tersebut digunakan karena kondisi bencana membutuhkan koordinasi lintas lembaga, terutama ketika terdapat wilayah yang aksesnya tidak mudah dijangkau.

Bulog bekerja sama dengan BPBD di masing-masing daerah yang kemudian terkoordinasi dengan BNPB. Perkembangan penyaluran juga dipantau melalui posko bantuan bencana di pusat dan daerah.

“Ini melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Nusa Tenggara Timur, baik teman-teman dari BPBD, TNI, Polri, maupun aparat pemerintah daerah dan aparat desa,” ujar Ahmad.

Koordinasi menjadi penting untuk memastikan stok yang tersedia dapat diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.

Bantuan Terus Bergerak ke Wilayah Terdampak

Selain bantuan yang telah terealisasi, pengiriman beras dari sejumlah wilayah masih berlangsung.

Dari Banten, Bulog mengirim sekitar 3.000 ton melalui sembilan perjalanan kapal. Pengiriman dari Jawa Timur serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga masih dalam proses.

Beras yang tiba di pelabuhan kemudian menjalani proses bongkar muat sebelum diteruskan ke daerah tujuan.

Ahmad mengatakan perkembangan distribusi diperbarui sepanjang hari untuk mengetahui wilayah yang sudah menerima maupun yang masih membutuhkan bantuan.

Sistem tersebut juga menjadi dasar bagi Bulog untuk menyiapkan stok darurat di bandara dan pelabuhan. Masing-masing titik disiapkan 10 ton beras yang dapat digunakan apabila ada kebutuhan mendesak.

Sejauh ini, Bulog menyebut penyaluran bantuan berjalan lancar dan belum menemukan kondisi di mana bantuan belum tersalurkan.


“Alhamdulillah sampai dengan hari ini penyaluran berjalan dengan baik dan lancar,” kata Ahmad.


Bulog memastikan dukungan pangan tetap disiapkan selama kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana masih berlangsung.

Ditulis oleh Bayu

Komentar