Frame Daily, Jakarta – Pengembangan ekosistem Bullion Bank di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga pertengahan Juli 2026, layanan bullion yang dijalankan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menghimpun sekitar 153 ton emas, menandai meningkatnya partisipasi masyarakat dalam layanan keuangan berbasis emas.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan pasar emas nasional.
"Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan," ujar Ferry Irawan dalam Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pendalaman Pasar Keuangan
Pemerintah menilai pengembangan Bullion Bank tidak hanya bertujuan memperluas layanan investasi emas, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperdalam pasar keuangan domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Layanan bullion memungkinkan masyarakat menyimpan, memperdagangkan, hingga memperoleh pembiayaan berbasis emas melalui lembaga keuangan yang telah memperoleh izin regulator.
INDEF: Potensi Besar, Tetapi Perlu Penguatan Ekosistem
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bisnis bullion memiliki prospek jangka panjang karena mampu mengoptimalkan aset emas masyarakat menjadi bagian dari sistem keuangan nasional.
Dalam kajiannya, INDEF menyebut kegiatan usaha bullion berpotensi meningkatkan likuiditas pasar keuangan serta memperkuat stabilitas sistem keuangan. Namun, pengembangannya harus diiringi manajemen risiko yang kuat, perlindungan konsumen, serta koordinasi antarlembaga.
Sementara itu, Ekonom Universitas Gadjah Mada Wisnu Setiadi Nugroho menilai Bullion Bank lebih berperan dalam memperdalam pasar keuangan dibanding mendorong pertumbuhan ekonomi secara langsung.
"Bank Bullion lebih berperan menciptakan instrumen likuid berbasis emas, meningkatkan efisiensi transaksi, dan memperkuat sistem keuangan," ujar Wisnu.
Roadmap Bullion Terus Disiapkan
Pemerintah juga telah meluncurkan roadmap pengembangan ekosistem bullion sebagai panduan pengembangan industri emas nasional. Roadmap tersebut mencakup penguatan regulasi, perluasan layanan bullion, serta peningkatan integrasi industri emas dari hulu hingga hilir agar memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.
Prospek ke Depan
Dengan akumulasi emas yang terus meningkat dan dukungan regulasi, Bullion Bank dinilai berpotensi menjadi salah satu pilar baru pendalaman pasar keuangan Indonesia. Meski demikian, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada peningkatan literasi masyarakat, penguatan tata kelola, serta pengembangan produk yang mampu menjangkau lebih banyak nasabah.
Apabila ekosistem ini berkembang sesuai roadmap pemerintah, Bullion Bank tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan emas, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Komentar