Frame Daily, Jakarta - Pertandingan lanjutan babak penyisihan grup J Piala Dunia 2026 menyajikan duel sengit antara sang juara bertahan Argentina melawan kekuatan Eropa, Austria. Laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, ini menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola global. Berdasarkan skor pertandingan Argentina vs Austria, tim Tango berhasil menyudahi perlawanan ketat skuad asuhan Ralf Rangnick dengan keunggulan mutlak dua gol tanpa balas. Kemenangan krusial ini sekaligus memastikan langkah aman anak asuh Lionel Scaloni untuk melaju ke babak knockout atau fase gugur turnamen akbar sepak bola empat tahunan ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit, tensi pertandingan Piala dunia ini langsung berjalan dengan intensitas yang sangat tinggi. Argentina yang dimotori oleh sang megabintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi, langsung mengambil inisiatif serangan demi mengamankan tiket kelolosan. Memasuki menit ke-8, La Albiceleste sebenarnya mendapatkan peluang emas melalui titik putih setelah Stefan Posch melakukan pelanggaran keras di kotak terlarang terhadap Lautaro Martinez. Namun, kejutan terjadi saat eksekusi penalti Lionel Messi justru melebar tipis di sisi gawang Alexander Schlager, membuat pendukung Argentina sempat terdiam di awal babak pertama.
Kegagalan penalti tersebut tidak menurunkan mentalitas juara yang dimiliki oleh para pemain Argentina. Mereka terus mengurung pertahanan Austria yang dikomandoi oleh bek berpengalaman David Alaba. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38 melalui sebuah skema serangan balik yang sangat rapi. Facundo Medina melepaskan umpan silang mendatar akurat ke dalam kotak penalti. Thiago Almada dengan cerdik melakukan gerakan tipuan (dummy) membiarkan bola lewat, yang kemudian disambut dengan sepakan terukur kaki kiri Lionel Messi ke pojok bawah gawang. Gol indah ini mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus menebus kesalahan penaltinya di awal laga.

Memasuki babak kedua, jalannya skor pertandingan Argentina vs Austria tetap berjalan dinamis dan penuh benturan fisik. Austria yang tertinggal satu gol mencoba keluar dari tekanan dengan menerapkan garis pertahanan tinggi serta taktik pressing ketat yang agresif. Beberapa pergantian pemain dilakukan kedua belah pihak demi menyegarkan strategi di lapangan hijau. Austria sempat menebar ancaman di lini belakang Argentina, namun ketangguhan duet lini pertahanan yang digalang Lisandro Martinez serta kegemilangan kiper Emiliano Martinez di bawah mistar gawang membuat setiap peluang emas tim lawan berhasil diredam dengan sangat baik hingga memasuki menit-menit akhir laga.
Kemenangan dramatis juara bertahan akhirnya benar-benar terkunci saat pertandingan memasuki masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+5. Berawal dari skema serangan cepat yang diinisiasi oleh Julian Alvarez, bola liar di dalam kotak penalti mendarat tepat di hadapan Lionel Messi. Tanpa ampun, pemain berjuluk La Pulga tersebut melepaskan tembakan jarak dekat pada percobaan kedua yang mengoyak jala gawang Austria untuk kedua kalinya. Gol di penghujung laga ini mengubah kedudukan secara dramatis menjadi 2-0 yang bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya seluruh jalannya laga.
Selain mengamankan tiga poin penuh bagi Argentina, dua gol yang diborong oleh Lionel Messi dalam duel penentu malam tadi melahirkan sebuah catatan sejarah baru yang luar biasa di panggung sepak bola internasional.
Dengan tambahan dua gol tersebut, Messi kini resmi menasbihkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah turnamen akbar ini dengan koleksi total 18 gol, melampaui rekor legendaris milik mantan penyerang timnas Jerman, Miroslav Klose, yang mengemas 16 gol. Dengan performa gemilang ini, Argentina kokoh di puncak klasemen Grup J dan menjadi salah satu tim pertama yang dipastikan mengamankan tempat di babak 32 besar.
Komentar