Frame Daily, Adonara – Puluhan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik sosial di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, akhirnya bisa memulai kehidupan baru. Sebanyak 52 rumah siap huni yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi diserahkan kepada warga sebagai bagian dari pemulihan pascakonflik yang terjadi pada Oktober 2024.
Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala BNPB bersama Wakil Bupati Flores Timur, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, dan pemerintah desa. Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Tak Hanya Rumah, Warga Kini Lebih Mudah Mendapat Air Bersih
Pemulihan di Desa Bugalima tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah. BNPB juga membangun dua sumur bor yang menjadi sumber air bersih bagi warga.
Air dari kedua sumur itu dialirkan ke jaringan hidran yang ditempatkan di area permukiman. Setiap hidran melayani sekitar empat rumah, sehingga warga kini tidak lagi harus berjalan jauh untuk mengambil air seperti sebelum kawasan tersebut dibangun.
“Masyarakat yang semula mengambil air jauh, sekarang tinggal di samping rumahnya. Paling jauh sekitar 20 sampai 30 meter sudah bisa mendapatkan air,” kata Kepala BNPB.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempermudah aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang kembali menempati rumah baru.
Jalan Penghubung Ikut Dibangun
Selain hunian dan fasilitas air bersih, pemerintah juga membangun akses jalan menuju Desa Ilepati yang sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat pascakonflik.

Menurut Kepala BNPB, jalan sepanjang sekitar 10 kilometer yang sebelumnya rusak selama bertahun-tahun kini telah diperbaiki sehingga akses masyarakat menjadi lebih mudah.
Perbaikan infrastruktur itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Pulau Adonara.
Pemulihan Jadi Simbol Kehadiran Negara
Kepala BNPB menegaskan pembangunan rumah, penyediaan air bersih, hingga perbaikan jalan menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak konflik sosial.
“Tidak ada jarak yang jauh, tidak ada tempat terpencil. Di mana pun masyarakat membutuhkan uluran tangan pemerintah, negara hadir,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadi awal bagi bangkitnya kehidupan masyarakat setelah konflik yang sempat memecah hubungan antardesa.
Ajak Warga Jaga Perdamaian
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa konflik sebagai pelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.
Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat, bukan dengan kekerasan yang justru menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Pemerintah berharap kehadiran 52 rumah baru, dua sumur bor, jaringan hidran, serta akses jalan yang lebih baik dapat menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat Adonara yang lebih aman, damai, dan sejahtera.
Komentar