BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan hingga 6 Juli

BMKG mengingatkan potensi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 Juli 2026. Meski sebagian daerah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer masih memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah provinsi.

BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan hingga 6 Juli
Awan gelap menyelimuti kawasan perkotaan. BMKG mengingatkan potensi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 Juli 2026. (Frame daily)

Frame Daily, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 Juli 2026. Meski sebagian daerah telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer yang masih aktif membuat peluang hujan ringan hingga sedang tetap perlu diwaspadai di beberapa provinsi.

Berdasarkan Fact Sheet BMKG yang berlaku pada 4–6 Juli 2026, curah hujan tertinggi dalam 24 jam terakhir tercatat di Stasiun Meteorologi Oesman Sadik, Maluku Utara, dengan intensitas mencapai 57 milimeter. Curah hujan juga tercatat di sejumlah wilayah lain, seperti Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.

Wilayah dengan Curah Hujan Tertinggi

Data BMKG menunjukkan beberapa daerah masih mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam 24 jam terakhir, yakni:

  • Maluku Utara: 57 mm
  • Sumatera Utara: 35 mm
  • Kalimantan Utara: 26 mm
  • Sumatera Utara (Deli Serdang): 23 mm
  • Kalimantan Timur: 21 mm
  • Kepulauan Riau: 21 mm
  • Sumatera Selatan: 21 mm

Data tersebut menunjukkan bahwa potensi hujan masih terkonsentrasi di wilayah Sumatera bagian utara, Kalimantan, dan sebagian kawasan timur Indonesia.

Awan Konvektif Masih Mendominasi

BMKG juga mencatat pertumbuhan awan konvektif masih cukup signifikan di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran awan hujan terpantau di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara

Awan konvektif merupakan jenis awan yang terbentuk akibat pergerakan udara hangat ke atmosfer dan kerap memicu hujan, bahkan dapat disertai kilat atau petir apabila pertumbuhannya semakin kuat.

Jabodetabek Relatif Kondusif

Sementara itu, kondisi di wilayah Jabodetabek relatif lebih kondusif.

BMKG mencatat tidak terdapat curah hujan harian mencapai 10 milimeter atau lebih di kawasan Jabodetabek selama periode pengamatan 24 jam terakhir.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memantau prakiraan cuaca harian karena hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah akibat perubahan kondisi atmosfer yang berlangsung cukup dinamis.

BMKG Imbau Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

Perubahan cuaca masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada siang hingga malam hari ketika pertumbuhan awan hujan meningkat. Masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca, menyiapkan perlengkapan hujan, serta berhati-hati saat berkendara di tengah hujan.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar