BI Bangun Ekosistem Desa Wisata Berbasis UMKM

Bank Indonesia membangun ekosistem desa wisata berbasis UMKM di Simalungun melalui pengembangan kopi, madu, dan kelompok sadar wisata untuk mendorong ekonomi lokal.

BI Bangun Ekosistem Desa Wisata Berbasis UMKM
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono (Foto: Frame Daily)

Frame Daily, Simalungun – Bank Indonesia (BI) mengembangkan ekosistem desa wisata berbasis potensi lokal di Desa Wisata Sait Buttu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Melalui pendekatan tersebut, BI mengintegrasikan sektor kopi, madu, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan satu jenis usaha, tetapi membangun keterkaitan antarsektor agar saling mendukung dalam satu kawasan wisata.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Anton Pitono mengatakan pendekatan berbasis ekosistem dipilih agar seluruh potensi ekonomi desa dapat berkembang secara bersama.

"Di sini kebetulan ada sebuah ekosistem yang lengkap. Ada madu, ada kopi, kemudian Pokdarwis yang semuanya coba kami gabungkan menjadi satu sehingga menjadi tujuan wisata," kata Anton Pitono saat mengunjungi Desa Wisata Sait Buttu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (2/8).

Baca juga: Bisnis Non-Batubara Kini Jadi Prioritas Indika Energy.

Tidak Hanya UMKM, tetapi Seluruh Ekosistem

Menurut Anton, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya membantu pelaku UMKM secara individu.

Karena itu, BI membangun keterhubungan antara kelompok petani kopi, peternak lebah madu, pelaku wisata, hingga masyarakat sekitar agar memperoleh manfaat ekonomi secara bersama.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata.

Pendampingan Sejak 2020

Bank Indonesia telah mendampingi Desa Wisata Sait Buttu sejak 2020 melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Memasuki 2025, pembinaan dilanjutkan melalui program pengembangan ekonomi daerah agar usaha masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Di sektor madu, BI memberikan pelatihan sumber daya manusia, membangun rumah penangkaran lebah, mendampingi proses produksi, hingga menghadirkan peneliti dari berbagai lembaga untuk meningkatkan kualitas produk.

Sementara pada sektor pariwisata, BI membantu pembangunan jalur sepeda, penyediaan sepeda, serta memperkuat kapasitas kelompok sadar wisata.

Pendampingan juga diberikan kepada petani kopi melalui berbagai program pengembangan usaha.

Perkuat Jiwa Wirausaha

Anton mengatakan tujuan utama program tersebut bukan sekadar meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membangun kelompok usaha yang mampu berkembang secara mandiri.

"Yang kami bangun bukan hanya individu-individu, tetapi juga kelompok. Ada kelompok madu, kelompok petani kopi, dan kelompok sadar wisata," ujarnya.

Selain pendampingan usaha, BI juga memperkuat kemampuan kewirausahaan para pelaku UMKM agar mampu mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

Dibantu Akses Pasar dan Pembiayaan

Untuk memperluas pasar, BI mengikutsertakan UMKM binaan dalam berbagai ajang promosi, seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU).

Program tersebut juga mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan agar memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas.

Anton menilai penguatan kapasitas usaha harus berjalan seiring dengan peningkatan akses pasar dan pembiayaan.

"Setelah pengelolaan kami siapkan, di sisi yang lain, paralel dengan itu jiwa entrepreneur mereka kita juga perkuat. Karena ketika kami bantu dengan waktu yang panjang itu secara tidak langsung memperkuat jiwa entrepreneur, kemudian marketing kami bantu untuk kelangsungan sustainability produksi maupun usahanya, di situlah kami dekatkan dengan lembaga-lembaga keuangan," kata Anton.

Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem tersebut diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat keberlanjutan desa wisata berbasis potensi lokal.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar