Berdayakan Bank Sampah Pepeling07 Bekasi, Tim PKM UPN Veteran Jakarta Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi (EDIS)

Berdayakan Bank Sampah Pepeling07 Bekasi, Tim PKM UPN Veteran Jakarta Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi (EDIS)
Pengurus Bank Sampah Pepeling07 dan warga Perum Pesona Gading Cibitung

Frame Daily, Bekasi-Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen, merupakan salah satu wujud implementasi tri dharma perguruan tinggi. PkM ini merupakan upaya mendorong hilirisasi limbah kreatif dan mewujudkan kemandirian ekonomi hijau berbasis digital. Tim PkM terdiri dari dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, melaksanakan program pendampingan intensif bagi pengurus Bank Sampah Pepeling07 di Perum Pesona Gading Cibitung, RT 007/RW 016, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang berlangsung mengusung tajuk "Komunikasi dan Pendampingan Hasil Produk Pepeling07 dari Bank Sampah melalui Pemasaran Digital". Program ini diinisiasi untuk mengatasi masalah klasik hulu-hilir yang dihadapi oleh mitra sasaran, di mana dari total 150–200 kg sampah anorganik yang dikelola setiap bulannya, baru sekitar 20% yang berhasil dikonversi menjadi produk daur ulang (upcycling) karena keterbatasan alat produksi, kontrol kualitas yang tidak konsisten, serta sistem pemasaran tradisional yang masih mengandalkan mulut ke mulut.
Ketua Tim PKM UPN Veteran Jakarta, Ana Kuswanti (pakar pemberdayaan perempuan), menjelaskan bahwa solusi utama yang diimplementasikan adalah pendekatan Ekosistem Digital Terintegrasi (EDIS) yang menggabungkan inovasi produksi di sisi hulu dan digitalisasi pemasaran di sisi hilir, terutama pada pemberdayaan Perempuan dan kelompok remaja.
"Di sisi produksi (hulu), kami mengintroduksi teknologi tepat guna seperti heat press untuk standardisasi mutu produk dan diversifikasi desain home decor berbahan limbah. Sementara di sisi pemasaran (hilir), kami membangun fondasi Digital Branding, pembuatan E-Catalog profesional, hingga aktivasi toko daring di marketplace Tokopedia serta media sosial kreatif seperti TikTok dan Instagram," ujar Ana Kuswanti dalam sambutannya.
Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), pelaksanaan pengabdian ini dijalankan melalui 5 tahapan sistematis:

  1. Sosialisasi dilakukan dengan menyelaraskan program kerja dan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) produksi serta pemasaran.
  2. Pelatihan dilakukan sebagai transfer keterampilan teknis (hard skill) pengolahan produk kreatif dan literasi konten digital.
  3. Penerapan teknologi dilakukan dengan penggunaan instalasi mesin penunjang produksi (alat pres, printer label, dll.) sekaligus set-up ekosistem toko digital.
  4. Pendampingan & Eevaluasi dilakukan dengan cara asistensi harian operasional manajemen order hingga pecah telur atau terjadi transaksi perdana di luar wilayah.
  5. Keberlanjutan dilakukan dengan cara kaderisasi "Duta Digital Pepeling07" dari pemuda setempat serta penyerahan buku panduan teknis mandiri demi menjamin program tetap berkesinambungan.

Program ini didukung penuh oleh jajaran dosen lintas keahlian, yakni Nurhafifah Matondang (Pakar Teknologi Informasi), Yani Hendrayani (pakar CSR), dan Bekti Istyanto (Pakar Komunikasi Pemasaran), Ghozali Moenawar (pakar bidang Komunikasi Pembangunan), serta satu dosen dari BSI Putri Ramadaniar (fokus bidang Ekologi), hal ini sebagai wujud peran serta dalam kegiatan kolaborasi PKM. Tidak hanya dosen, PKM ini juga melibatkan tujuh mahasiswa UPNVJ, Ali Musthofa Izzulhaq, Rizky Arya Putra Razaan; Nandika Daffa Carlotta, Achmad Syahrully Bachri, dan Jeniati Artauli Tampubolon, serta ditambah dua mahasiswa dari Prodi Sains Informasi Cleoresta dan Evelyn, sebagai bentuk implementasi nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan potensi rekognisi hingga 5–10 SKS.
Secara makro, kegiatan hilirisasi limbah kreatif digital ini berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Selain itu, program ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi (IKU 2, IKU 3, dan IKU 5), target Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) di bidang teknologi hijau, serta selaras dengan poin Asta Cita (poin 3, 4, dan 8) dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi global.
Melalui intervensi EDIS ini, Bank Sampah Pepeling07 ditargetkan bertransformasi dari sekadar tempat pengumpulan sampah menjadi unit ekonomi kreatif mandiri yang melek teknologi. Mampu meningkatkan nilai ekonomis dari limbah plastic yang masih bisa dimanfaatkan, dserta dapat mendongkrak taraf finansial warga Perum Pesona Gading Cibitung, RT 007/RW 016, sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan produktif.

OK
Ditulis oleh OK

Komentar