Bendera Bulan Bintang Berkibar di Baiturrahman

Peserta doa dan zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mengibarkan Bendera Bulan Bintang, bendera putih, dan bendera PBB pada peringatan 21 tahun Damai Aceh.

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Baiturrahman
Massa Zikir Akbar di Aceh Kibarkan Bendera Bulan Bintang (Foto Frame Daily.Id)

Frame Daily, Banda Aceh -Sejumlah peserta doa dan zikir akbar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mengibarkan Bendera Bulan Bintang, bendera putih, dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh. Peserta dari berbagai daerah berdatangan ke kawasan Masjid Raya Baiturrahman sejak dini hari untuk mengikuti rangkaian doa dan zikir. Berdasarkan pantauan detikSumut, kegiatan doa dan orasi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Pada awal kegiatan, peserta hanya mengibarkan bendera putih. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah peserta mulai mengeluarkan Bendera Bulan Bintang yang mereka bawa. Bendera tersebut dikibarkan dengan tangan maupun dipasang pada batang bambu. Bendera Bulan Bintang Dikibarkan di Halaman Masjid Menurut laporan detikSumut, sejumlah prajurit TNI sempat berupaya menghentikan pengibaran Bendera Bulan Bintang. Upaya tersebut mendapat perlawanan dari sebagian massa. Panitia kegiatan juga sempat meminta peserta tidak mengibarkan bendera tersebut. Namun, imbauan itu tidak sepenuhnya diikuti. Beberapa orang kemudian naik ke bagian gapura tengah halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Selain itu, sejumlah peserta turut mengibarkan bendera PBB. Massa juga membentangkan spanduk berbahasa Inggris bertuliskan, “Acheh Has Every Right to be Independent.” Teriakan “merdeka” turut terdengar di tengah kegiatan, berdasarkan laporan detikSumut dari lokasi. Peserta Datang dari Berbagai Daerah Salah seorang peserta, Muhammad Jamil dari Pidie Jaya, mengatakan dirinya datang ke Banda Aceh untuk mengikuti zikir sesuai seruan ulama. Jamil juga mengaku membawa Bendera Bulan Bintang. Menurut dia, pengibaran bendera tersebut berkaitan dengan aspirasi yang menurutnya diinginkan sebagian masyarakat Aceh. “21 tahun dalami kami tidak dapat apa-apa. Kami harap ada satu hak untuk masyarakat,” kata Jamil seperti dikutip detikSumut. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Jamil dan tidak mewakili seluruh peserta kegiatan. Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh bertepatan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005. Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk doa dan zikir bersama di Masjid Raya Baiturrahman. Sebelum pengibaran Bendera Bulan Bintang, peserta telah berkumpul di halaman masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan sejumlah bendera lainnya menjadi salah satu perkembangan dalam rangkaian peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di Banda Aceh. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan sikap pihak berwenang maupun panitia terkait pengibaran bendera tersebut.

Ditulis oleh Rury Satria

Komentar