Basarnas Perluas Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa di Selayar

Basarnas memperluas area pencarian menjadi 448 mil laut untuk menemukan 25 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Basarnas Perluas Pencarian 25 Korban KM Nurul Salsa di Selayar
Foto : dok humas BASARNAS

Frame Daily, Makassar – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memperluas area pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat operasi, Sabtu (18/7/2026).

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan area pencarian kini diperluas menjadi 448 mil laut (nautical mile/NM) persegi guna meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang.

"Kami kembali memperluas area pencarian menjadi 448 mil laut persegi. Seluruh unsur SAR gabungan bekerja secara maksimal dengan membagi sektor pencarian agar proses penyisiran lebih efektif," ujar Arif dalam keterangannya. Dikutip dari ANTARA

Operasi hari keempat melibatkan Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, Pos SAR Selayar, kapal nelayan, serta berbagai instansi terkait.

Pencarian Dibagi Dua Sektor

Tim SAR membagi wilayah operasi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor seluas 140 NM persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.

Sementara SRU 2 menggunakan KN SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua seluas 308 NM persegi, mencakup perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.

Menurut Arif, penentuan wilayah pencarian juga mempertimbangkan kondisi cuaca, arah angin, serta arus laut agar operasi berlangsung lebih efektif.

Basarnas Tambah Dua Kapal SAR

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan operasi pencarian kini diperkuat armada dari Kantor Basarnas Kendari dan Maumere.

Basarnas Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan dengan 28 personel, sedangkan Basarnas Maumere mengirim KN SAR Puntadewa yang membawa 15 personel.

"Dukungan ini akan semakin memperkuat kemampuan kami dalam melakukan penyisiran di wilayah pencarian yang cukup luas. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi, terutama mempertimbangkan dinamika arus laut, arah angin, dan kondisi cuaca di Perairan Selayar," kata Andi Sultan.

Evaluasi pola pencarian juga terus dilakukan berdasarkan data pergerakan arus laut dan kondisi meteorologi sehingga pembagian sektor pencarian dapat dioptimalkan.

25 Korban Masih Hilang

Dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 52 orang berhasil selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 25 orang lainnya masih dalam pencarian.

Hingga akhir operasi hari keempat, tim SAR gabungan belum menemukan korban tambahan.

Pencarian dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (19/7/2026) dengan fokus penyisiran pulau-pulau kosong yang tidak berpenghuni di sekitar Pulau Sabalana.

Untuk memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada keluarga korban, Basarnas juga mendirikan tiga posko, yakni Posko Makassar, Posko Selayar, dan Posko Jampea.

Kronologi Kejadian

KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 78 penumpang.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar, sebelum akhirnya mengalami kecelakaan dan tenggelam.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar