Atap MTs Muhammadiyah 4 Sragen Ambruk Saat KBM, Belasan Siswa Jadi Korban
Framedaily, sragen - Suasana belajar di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, mendadak berubah panik setelah atap ruang kelas ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, Selasa pagi, 12 Mei 2026.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika para siswa sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas. Tanpa tanda mencurigakan sebelumnya, konstruksi atap tiba-tiba runtuh dan menimpa siswa serta guru yang berada di bawahnya.
Belasan Korban Tertimpa Material Bangunan
Data sementara menyebutkan sedikitnya 13 orang terdampak dalam insiden tersebut. Sebanyak tujuh siswa dan satu guru mengalami luka cukup serius hingga harus dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk mendapat penanganan medis.
Sementara siswa lain yang mengalami luka ringan langsung mendapat pertolongan pertama di lokasi sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Proses evakuasi dilakukan cepat oleh warga, petugas sekolah, PMI, hingga tim ambulans dari Puskesmas Sambungmacan. Situasi di lokasi sempat dipenuhi kepanikan karena reruntuhan bangunan menutupi ruang kelas.
Diduga Karena Bangunan Sudah Lapuk
Sementara itu, Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, mengutarakan bahwa penyebab sementara ambruknya atap diduga akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk dimakan usia, serta Kayu penyangga yang sudah tidak lagi kuat menopang beban atap sekolah.
Informasi lain menyebut bangunan sekolah tersebut sudah puluhan tahun belum mengalami renovasi besar. Polisi dan pihak terkait kini masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Sorotan Kondisi Bangunan Sekolah
Insiden ambruknya atap sekolah di Sragen kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi bangunan pendidikan yang sudah tua dan minim perawatan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus serupa juga terjadi di beberapa sekolah di wilayah Jawa Tengah akibat struktur bangunan yang mulai rapuh.
Ini menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah dan khususnya pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi gedung sekolah demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Komentar