Frame Daily, Jakarta - Di tengah kabar proses perpisahan yang menyita perhatian publik, pasangan selebriti Anthony Xie dan Audi Marissa menunjukkan komitmen bersama terhadap masa depan buah hati mereka. Sebelum berkas perceraian resmi diproses di meja hijau, keduanya telah menyepakati sebuah langkah krusial mengalihkan kepemilikan seluruh aset yang mereka kumpulkan selama masa pernikahan langsung atas nama anak mereka.
Keputusan tersebut diambil melalui ikhtiar musyawarah mendalam antara kedua belah pihak. Langkah pragmatis ini disepakati demi meminimalisasi potensi perselisihan legal yang kerap membayangi perkara keretakan rumah tangga di pengadilan.
Kuasa hukum Anthony Xie, Rendi Rumapea, mengonfirmasi kesepakatan tersebut saat ditemui awak media di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026). Rendi menegaskan bahwa pembahasan mengenai pembagian harta perkawinan telah tuntas sebelum gugatan diajukan secara resmi.
"Tidak ada (sengketa harta), karena semua asetnya dihibahkan ke anaknya. Atas nama anaknya," ujar Rendi kepada wartawan.
Salah satu aset utama yang dialihkan adalah kediaman utama yang selama ini mereka tinggali bersama. Berdasarkan keterangannya, rumah tersebut kini ditempati oleh Anthony Xie bersama sang anak. Keputusan ini diambil setelah Audi Marissa memilih untuk meninggalkan kediaman tersebut lebih dahulu demi menata kehidupan barunya.
Pengalihan status kepemilikan rumah tersebut memastikan bahwa aset bernilai tinggi itu sepenuhnya terpisah dari materi perkara gugatan perceraian di pengadilan. Rendi menekankan bahwa objek rumah tangga tidak lagi menjadi item tuntutan legal antar kedua pasangan.
"Rumah bersama, dan itu sudah dihibahkan ke anak. Tidak masuk, tidak masuk (ke dalam gugatan)," kata Rendi menegaskan status hukum aset tersebut.
Dengan adanya klausul persetujuan hibah ini, proses persidangan yang akan berjalan dipastikan tidak akan diwarnai gugatan perebutan harta gono-gini. Kebijakan mengalihkan kepemilikan harta kepada anak kandung dinilai menjadi solusi terbaik untuk menjaga kepentingan psikologis dan finansial sang buah hati di tengah masa transisi keluarga.
Meski ikatan pernikahan keduanya harus berakhir di meja hijau, Anthony dan Audi sepakat untuk memprioritaskan peran mereka sebagai orang tua. Keduanya berkomitmen untuk menjaga komunikasi dan fokus menjalankan peran pengasuhan (co-parenting) secara sehat dan berkesinambungan.
"Jadi meskipun hubungan rumah tangga mereka tidak bisa berjalan lagi seperti yang dulu ya, akan bercerai, tapi mereka fokus untuk parenting terhadap anaknya, gitu," tutur Rendi memungkas.
Keputusan pasangan ini mendapat sorotan positif karena dinilai mengedepankan hak serta masa depan anak ketimbang larut dalam konflik pembagian harta bersama. Fokus keduanya kini sepenuhnya tertuju pada penyelesaian administrasi perpisahan secara legal sembari memastikan stabilitas pengasuhan buah hati mereka berjalan tanpa hambatan.
Komentar