Akun Instagram Uan Juicy Luicy Hilang Usai Batal Manggung di Batam

Akun Instagram resmi milik vokalis Juicy Luicy, Julian "Uan" Kaisar (@uan.kaisar), mendadak tidak dapat diakses publik setelah batalnya penampilan band tersebut di festival musik XYZ Liveground, Batam.

Akun Instagram Uan Juicy Luicy Hilang Usai Batal Manggung di Batam
Akun Instagram milik Julian Kaisar alias Uan, vokalis utama grup band pop Juicy Luicy, mendadak menghilang dan tidak dapat diakses oleh publik (Dok. Instagram @juicyluicyband)

Frame Daily, Jakarta - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar dari industri musik tanah air. Akun Instagram milik Julian Kaisar alias Uan, vokalis utama grup band pop Juicy Luicy, mendadak menghilang dan tidak dapat diakses oleh publik. Lenyapnya akun dengan nama pengguna @uan.kaisar ini terjadi persis di tengah memanasnya polemik pembatalan aksi panggung Juicy Luicy dalam ajang festival musik XYZ Liveground yang diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan pantauan, ketika pengguna mencari nama akun Uan di kolom pencarian Instagram, profil sang penyanyi tidak lagi muncul. Hanya terdapat deretan akun penggemar (fanbase) maupun akun tiruan. Sementara itu, saat akses langsung ditujukan ke alamat profilnya, platform Instagram hanya menampilkan pesan standar: "Maaf, halaman ini tidak tersedia. Tautan yang Anda ikuti mungkin rusak, atau halaman mungkin sudah dihapus."

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi baik dari Uan Kaisar maupun manajemen Juicy Luicy mengenai penyebab pasti lenyapnya akun tersebut. Spekulasi di tengah publik pun bermunculan, mulai dari dugaan penonaktifan mandiri (deactivate) demi menghindari perundungan siber (cyberbullying), peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab, hingga sanksi pemblokiran sementara akibat banyaknya laporan massal dari warganet.

Akar dari kehebohan ini bermula dari batalnya Juicy Luicy mengisi acara pada festival musik XYZ Liveground di Batam. Penampilan yang amat dinantikan oleh para penggemar lokal tersebut mendadak dibatalkan, padahal seluruh personel band beserta tim produksi dilaporkan sudah berada di bandara keberangkatan.

Kabar pembatalan ini memicu gelombang kekecewaan dari para calon penonton yang telah membeli tiket. Kolom komentar akun media sosial penyelenggara maupun grup band langsung diserbu warganet yang menuntut penjelasan transparan.

Tak lama setelah isu tersebut viral, Uan Kaisar sempat melakukan siaran langsung (live) di media sosial untuk memberikan penjelasannya. Dalam tanggapannya, Uan menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kesiapan pihak panitia penyelenggara.

Uan membeberkan bahwa alasan utama rombongannya batal terbang ke Batam adalah belum terselesaikannya pembayaran biaya kelebihan bagasi (overbaggage) serta ketidakjelasan akomodasi hotel. Menurut pengakuannya, pihak penyelenggara belum membiayai bagasi peralatan musik mereka saat berada di bandara, padahal hal tersebut seharusnya sudah dirampungkan jauh sebelum hari keberangkatan.

Selain itu, Uan juga menyinggung masalah penginapan yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan. Ia menyebut bahwa pemesanan hotel yang disediakan panitia baru terjamin untuk satu hari saja, sehingga menimbulkan keraguan bagi rombongan untuk melanjutkan perjalanan. Uan menegaskan bahwa dari ratusan panggung yang pernah dihampiri Juicy Luicy, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi dan murni dipicu oleh kendala operasional panitia.

Di sisi lain, pihak penyelenggara XYZ Liveground menerbitkan pernyataan resmi untuk memberikan sudut pandang mereka. Meski dalam rilis resminya panitia tidak menyebutkan nama band secara eksplisit, penjelasan yang disampaikan merujuk langsung pada kronologi pembatalan Juicy Luicy.

Pihak XYZ Liveground mengklaim telah memenuhi seluruh kewajiban utama sesuai kesepakatan awal, mulai dari pelunasan honorarium (fee) penampilan, penerbitan tiket penerbangan, hingga pemesanan sarana penginapan di Batam.

Namun, kendala muncul di bandara keberangkatan ketika rombongan membawa muatan barang yang melebihi kuota standar, sehingga memicu timbulnya tagihan kelebihan bagasi secara mendadak. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa demi mengejar jadwal penerbangan dan memastikan acara tetap berjalan, mereka menawarkan solusi taktis berupa sistem penggantian biaya (reimburse).

Melalui skema ini, tim Juicy Luicy diminta menalangi terlebih dahulu pembayaran biaya bagasi di tempat, dan pihak panitia berjanji mengganti uang tersebut sesampainya di lokasi atau pada pagi harinya. Solusi reimburse ini, menurut panitia, juga diterapkan pada beberapa pengisi acara lain dalam festival yang sama dan berjalan lancar.

Namun, opsi skema talangan tersebut kabarnya ditolak oleh pihak Juicy Luicy, hingga akhirnya rombongan memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke Batam dan membatalkan penampilan mereka.

Silang pendapat antara pihak band dan penyelenggara ini dengan cepat memicu pro-kontra riuh di media sosial, khususnya platform Threads dan Instagram. Sebagian warganet memaklumi sikap Juicy Luicy yang dinilai tegas mempertahankan hak serta kenyamanan kerja sesuai kesepakatan kontrak (riders).

Namun, tidak sedikit warganet yang melempar kritik tajam kepada pihak Juicy Luicy. Banyak pengguna internet menilai sikap band tersebut terlalu kaku dan kurang mengedepankan empati terhadap penggemar yang sudah menunggu di Batam, terlebih persoalan kelebihan bagasi sebenarnya dapat diselesaikan sementara melalui skema reimburse. Kritik makin tajam ketika warganet membandingkan penanganan masalah ini dengan penampil lain yang tetap profesional tampil meski menghadapi kendala serupa.

Gelombang komentar miring, tuduhan miring, hingga kritik pedas yang membanjiri akun media sosial personal Uan Kaisar diduga kuat menjadi pemicu utama hilangnya akun Instagram sang vokalis. Penutupan atau penonaktifan akun media sosial kerap menjadi langkah instingtif bagi figur publik ketika berhadapan dengan gelombang perundungan siber (online backlash) demi menjaga kesehatan mental serta meredakan kegaduhan.

Hingga saat ini, manajemen Juicy Luicy belum merilis pernyataan resmi tambahan mengenai status akun Instagram Uan Kaisar maupun penyelesaian administrasi terkait pembatalan panggung di Batam. Publik kini hanya bisa menunggu langkah klarifikasi lanjutan dari kedua belah pihak agar permasalahan operasional panggung musik ini menemukan titik terang.

Ditulis oleh Defi

Komentar