36 Provinsi Bersatu, Munas PERMABUDHI Digelar

Munas III PERMABUDHI digelar di Jakarta dengan dihadiri delegasi 36 provinsi dan sekitar 500 umat Buddha untuk memperkuat persatuan.

36 Provinsi Bersatu, Munas PERMABUDHI Digelar
Munas III PERMABUDHI berlangsung di Wisdom Hall, Tzu Chi Secondary School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Frame Daily, Jakarta - Munas III PERMABUDHI digelar di Jakarta pada Sabtu (22/8/2026) dengan menghadirkan delegasi dari 36 provinsi dan sekitar 500 umat Buddha. Forum nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) untuk mengevaluasi program sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi.

Munas III PERMABUDHI berlangsung di Wisdom Hall, Tzu Chi Secondary School, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Pembukaan dijadwalkan pukul 18.30 WIB dengan mengusung tema “Bersatu dalam Dharma, Berkarya untuk Bangsa”.

Kehadiran 36 provinsi dalam Munas III PERMABUDHI menunjukkan cakupan organisasi yang melibatkan pengurus daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka bergabung dengan pengurus pusat dan daerah, tokoh umat Buddha, serta perwakilan organisasi dan lembaga Buddhis.

Munas III PERMABUDHI juga dihadiri delapan majelis, lembaga, organisasi, dan pendiri yang menjadi bagian dari sejarah pembentukan organisasi tersebut. Rangkaian pembukaan akan diawali parade bendera sebagai simbol keberagaman elemen Buddhis yang berada dalam satu wadah organisasi.

Sekitar 500 umat Buddha diperkirakan hadir dalam agenda Munas III PERMABUDHI. Pertemuan ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarpengurus serta organisasi Buddhis di berbagai daerah.

Parade 36 Provinsi Buka Munas

Pembukaan Munas III PERMABUDHI diawali parade bendera dari delapan majelis, lembaga, organisasi, dan pendiri PERMABUDHI. Parade dilanjutkan dengan bendera 36 Pengurus Daerah tingkat provinsi.

Menurut siaran pers PERMABUDHI, parade tersebut menggambarkan keberagaman majelis dan organisasi Buddhis yang terhimpun dalam satu wadah. Pesan persatuan menjadi bagian penting dari rangkaian pembukaan Munas III.

Setelah parade, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PERMABUDHI. Rangkaian berikutnya mencakup laporan Ketua Panitia serta sambutan Ketua Umum dan Ketua Pengawas PERMABUDHI.

Pesan Dharma dijadwalkan disampaikan Y.M. Nyanasuryanadi Mahathera, Maha Nayaka Sangha Agung Indonesia (SAGIN). Doa dalam pembukaan akan dipimpin YM. Biksu Duta Ksanti Mahasthavira dari Sangha Mahayana Indonesia.

Sejumlah pejabat juga dijadwalkan hadir dalam pembukaan tersebut. Mereka akan memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Munas III PERMABUDHI.

Agenda tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian musyawarah yang mempertemukan pengurus dan delegasi dari berbagai daerah. Forum diharapkan menghasilkan keputusan yang dapat menjadi pijakan organisasi dalam menjalankan program pada periode berikutnya.

Munas PERMABUDHI Bahas Arah Organisasi

Munas III PERMABUDHI merupakan forum tertinggi organisasi yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja. Forum ini juga menjadi tempat untuk menetapkan arah kebijakan PERMABUDHI ke depan.

Konsolidasi menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut. PERMABUDHI ingin memperkuat sinergi antara majelis, organisasi, dan lembaga Buddhis dalam menjalankan berbagai program yang memiliki dampak bagi masyarakat.

Ruang lingkup pembahasan mencakup sejumlah bidang, mulai dari keagamaan, kerukunan, pendidikan, sosial, kemanusiaan, lingkungan, hingga kebangsaan. Agenda tersebut memperlihatkan upaya organisasi menempatkan kontribusi sosial sebagai bagian dari kiprah umat Buddha di Indonesia.

Tema “Bersatu dalam Dharma, Berkarya untuk Bangsa” menjadi landasan pesan yang dibawa dalam Munas III PERMABUDHI. Persatuan tidak hanya diarahkan pada penguatan internal organisasi, tetapi juga diwujudkan melalui karya dan kontribusi bagi masyarakat.

Dengan keterlibatan delegasi dari 36 provinsi, Munas III PERMABUDHI diharapkan mampu mempertemukan berbagai aspirasi dari daerah. Hasil musyawarah nantinya menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat peran organisasi di bidang keagamaan, sosial, kemanusiaan, pendidikan, lingkungan, dan kebangsaan.

Penyelenggaraan Munas III di Jakarta sekaligus menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dalam menjaga komunikasi antardaerah. Forum tersebut menjadi ruang bersama bagi elemen Buddhis yang tergabung dalam PERMABUDHI untuk merumuskan langkah dan kontribusi bagi Indonesia.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar