27 Ribu Jiwa di Manggarai Barat Tercatat Terdampak Gempa

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores berdampak besar di Manggarai Barat. BNPB mencatat satu orang meninggal, 114 luka-luka, 24.729 warga mengungsi, serta 9.740 rumah mengalami kerusakan.

27 Ribu Jiwa di Manggarai Barat Tercatat Terdampak Gempa
Petugas dan relawan berkoordinasi di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk menangani kebutuhan warga terdampak gempa. Frame Daily, Foto : Treasure.

Frame Daily, Manggarai Barat – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih dirasakan warga Kabupaten Manggarai Barat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbarui hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 24.729 warga Manggarai Barat tercatat mengungsi.

Angka tersebut menjadi salah satu yang cukup besar dari tujuh kabupaten yang terdampak gempa Flores. Selain pengungsi, kerusakan rumah dan korban luka juga tercatat cukup signifikan.

BNPB mencatat satu warga Manggarai Barat meninggal dunia dan 114 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Sementara jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 9.740 unit.

Tertimpa Reruntuhan saat Gempa M7,7 Flores, Yohanis Dievakuasi dari Pulau Palue Frame Daily
Yohanis Riba (75), penyintas gempa M7,7 Flores, dievakuasi dari Pulau Palue ke Maumere setelah kedua kakinya tertimpa material rumah yang roboh.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Jika jumlah warga yang mengungsi, korban luka, serta keluarga yang terdampak kerusakan rumah dihitung secara keseluruhan, dampak bencana di Manggarai Barat telah menyentuh lebih dari 27 ribu jiwa.

Ribuan Rumah Mengalami Kerusakan

Kerusakan rumah menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera ditangani pemerintah daerah.

Data Pemkab Manggarai Barat sebelumnya menunjukkan ribuan rumah terdampak gempa dan proses verifikasi lapangan terus dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

Data tersebut masih bersifat dinamis. Pemerintah bersama tim di lapangan terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan serta kebutuhan warga terdampak.

Pendataan menjadi penting karena tingkat kerusakan rumah akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kebutuhan hunian sementara dan proses pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak selama masa tanggap darurat menjadi prioritas pemerintah.

“Yang disebut tanggap darurat dalam kurun waktu 14 hari, bagaimana kita memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak: makan, minum, obat-obatan,” kata Edistasius, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkab Manggarai Barat.

Bantuan Terus Disalurkan

Pemerintah bersama BNPB dan unsur terkait terus melakukan penyisiran ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan warga yang mengungsi secara mandiri maupun di lokasi pengungsian terpusat tetap mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.

BNPB sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kecamatan Kuwus. Petugas melakukan asesmen di sejumlah titik untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat distribusi bantuan.

Pemerintah pusat juga memastikan kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak tetap tersedia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau penanganan gempa di NTT menyatakan stok beras mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dalam jangka panjang.

Warga Masih Waspada Gempa Susulan

Tingginya jumlah warga yang masih mengungsi tidak hanya berkaitan dengan kondisi rumah yang rusak. Kekhawatiran terhadap gempa susulan juga membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.

Kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah Flores. BNPB mencatat hingga 24 Agustus 2026 terdapat 180.327 warga yang masih mengungsi di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Manggarai Barat menyumbang 24.729 jiwa dari total pengungsi tersebut.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Pemerintah daerah juga terus mengarahkan warga yang membutuhkan tempat pengungsian untuk menempati titik-titik pengungsian yang telah disiapkan di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

Rekonstruksi Menunggu Masa Tanggap Darurat

Penanganan bencana di Manggarai Barat kini masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Setelah masa tanggap darurat selesai, pemerintah akan memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi, termasuk penanganan rumah warga serta fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

Pemkab Manggarai Barat menyatakan rekonstruksi rumah korban gempa dan fasilitas publik akan dimulai setelah masa tanggap darurat selama 14 hari berakhir.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai puluhan ribu jiwa, pemerintah menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.

Pendataan, distribusi bantuan, penanganan korban luka, serta verifikasi kerusakan rumah menjadi bagian penting agar proses pemulihan berjalan tepat sasaran.

Ditulis oleh Treasure

Komentar