Frame Daily, Mamberamo Tengah - Sebanyak 15 unit barak polisi di lingkungan Polres Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, ludes terbakar pada Senin (17/8/2026). Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito membenarkan kebakaran tersebut. Berdasarkan data sementara, sekitar 15 barak di lingkungan Polres Mamberamo Tengah hangus terbakar.
“Data sementara ada 15 barak polisi di Polres Mamberamo Tengah yang ludes terbakar,” kata Cahyo
Kebakaran mengakibatkan bangunan barak mengalami kerusakan. Polisi masih melakukan penanganan di lokasi dan menunggu kondisi memungkinkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Cahyo mengatakan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah kondisi lokasi aman dan api benar-benar padam.
“Proses penyelidikan akan dilakukan setelah kobaran api benar-benar padam. Sementara ini kami tunggu api padam dan dingin dulu, baru nanti kami lakukan olah TKP untuk mengetahui sumber api,” ujar Cahyo.
Terdapat dugaan awal bahwa kebakaran berkaitan dengan korsleting listrik atau kompor. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan.
Olah TKP nantinya dilakukan untuk mengetahui titik awal munculnya api sekaligus memastikan penyebab kebakaran.
Polda Papua Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Polda Papua memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kerugian materiel belum dijumlah. Untuk korban jiwa nihil,” kata Cahyo.
Sementara itu, nilai kerugian materiel masih dalam proses pendataan. Kepolisian belum menyampaikan rincian mengenai total kerugian maupun tingkat kerusakan seluruh bangunan yang terbakar.
Media lokal Cenderawasih Pos juga memberitakan kebakaran yang menghanguskan belasan barak di lingkungan Polres Mamberamo Tengah pada Senin (17/8/2026).
Hingga Senin (17/8/2026), polisi masih menangani lokasi kejadian. Penyebab kebakaran akan diketahui setelah pemeriksaan TKP selesai dilakukan.
Dugaan korsleting listrik atau kompor masih merupakan informasi awal dan bukan kesimpulan resmi penyelidikan.
Komentar