Bugalima dan Ilepati Bertukar Sarung, Teguhkan Rekonsiliasi

Prosesi tukar sarung mempertemukan Desa Bugalima dan Desa Ilepati sebagai simbol rekonsiliasi serta penguatan perdamaian di Adonara.

Bugalima dan Ilepati Bertukar Sarung, Teguhkan Rekonsiliasi
Perwakilan Desa Bugalima dan Desa Ilepati mengikuti prosesi pertukaran sarung adat sebagai simbol rekonsiliasi dalam rangkaian pemulihan pascakonflik sosial di Adonara, Flores Timur. (Foto: Humas BNPB)

Frame Daily, Adonara - Selembar sarung adat menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi masyarakat Pulau Adonara. Dalam rangkaian pemulihan pascakonflik sosial di Flores Timur, perwakilan Desa Bugalima dan Desa Ilepati saling bertukar sarung sebagai penanda komitmen memperkuat kembali persaudaraan yang sempat terputus akibat konflik.

Prosesi adat tersebut berlangsung di sela peresmian 52 unit hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak konflik sosial yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Bupati Flores Timur, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Momen pertukaran sarung menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam rangkaian acara. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menjadi simbol rekonsiliasi antara dua desa yang sebelumnya terlibat konflik.

Rekonsiliasi Dimulai dari Simbol Persaudaraan

Di tengah upaya pemerintah membangun kembali permukiman dan infrastruktur, masyarakat Bugalima dan Ilepati menunjukkan bahwa perdamaian juga dibangun melalui kesediaan untuk saling menerima dan membuka lembaran baru.

Pertukaran sarung menjadi representasi semangat kebersamaan yang diharapkan terus terjaga setelah konflik mereda. Simbol budaya tersebut memperlihatkan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan hubungan sosial di tingkat masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB mengajak seluruh masyarakat menjaga perdamaian yang telah dibangun dan menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog serta musyawarah.

Pemulihan Menjangkau Fisik dan Sosial

Prosesi rekonsiliasi tersebut berlangsung bersamaan dengan peresmian 52 unit hunian tetap yang dibangun menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) BNPB. Pemerintah juga membangun dua sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih serta membuka akses jalan yang menghubungkan kawasan terdampak.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascakonflik yang tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui pertukaran sarung antara Desa Bugalima dan Desa Ilepati, pesan yang ingin ditegaskan bukan sekadar berakhirnya sebuah konflik, melainkan tumbuhnya kembali kepercayaan, persaudaraan, dan harapan agar perdamaian tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar