Urgensi Karhutla Kalimantan Kembali Mengemuka: Sederet Artis dan Influencer Angkat Suara

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan pada Oktober 2026 memicu gelombang desakan dari kalangan publik figur. Mulai dari penggalangan dana, kritik terhadap pernyataan pejabat publik, hingga imbauan agar masyarakat tetap fokus pada isu lingkungan.

Urgensi Karhutla Kalimantan Kembali Mengemuka: Sederet Artis dan Influencer Angkat Suara
Gelombang kepedulian dan desakan dari para selebriti marak di media sosial seiring kian memprihatinkannya kondisi kabut asap akibat karhutla (Foto: ANTARA/ IRFAN SUMANJAYA)

Frame Daily, Jakarta — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus meluas dan menyelimuti wilayah Kalimantan pada Oktober 2026 kini tidak hanya menjadi krisis ekologis di lapangan, tetapi juga memicu gelombang sorotan tajam di ruang digital. Berdasarkan pantauan Frame Daily, puluhan figur publik mulai dari komika, musisi, hingga kreator konten terkemuka secara serentak menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak penanganan konkret dari pemerintah.

Langkah nyata ditunjukkan oleh komika dan kreator konten Raditya Dika yang membagikan template khusus mengenai kondisi terkini Kalimantan. Tidak sekadar membagikan konten edukatif, Raditya juga menyertakan tautan donasi bagi masyarakat luas yang ingin mengulurkan bantuan finansial langsung kepada para korban terdampak asap kabut.

Di sisi lain, nada kritis disuarakan oleh mantan atlet yang kini aktif sebagai kreator konten, Denny Sumargo. Lewat platform media sosialnya, Denny menyoroti respons pejabat publik, khususnya tanggapan dari Kepala Bakom Syahganda Nainggolan terkait keluhan kabut asap yang telah menyeberang hingga ke negara-negara tetangga. Denny menilai pernyataan pejabat publik seharusnya lebih mengedepankan empati dan solusi ketimbang meremehkan dampak buruk bencana tahunan ini.

Kritik terhadap lambatnya respons penanganan juga dilayangkan oleh para musisi. Kunto Aji secara konsisten terus menyuarakan desakannya agar jajaran pemerintah segera menyelesaikan masalah kebakaran hutan ini hingga tuntas dan tanpa menunda waktu. Senada dengan Kunto Aji, musisi Iga Massardi aktif meluapkan kemarahannya melalui platform Threads. Iga menyuarakan kekecewaan publik terhadap siklus bencana karhutla yang seolah terus berulang setiap tahun tanpa ada penyelesaian permanen dari pihak berwenang.

Keresahan senada diungkapkan oleh selebriti Nana Mirdad. Secara blak-blakan, Nana menyatakan kemarahannya atas lambatnya proses penanggulangan karhutla di lapangan yang dinilainya belum ditangani secara benar dan terstruktur. Menurutnya, dampak buruk bencana ini sudah terlampau luas dan sangat merugikan kesehatan serta penghidupan warga lokal.

Di tengah kepungan hiruk-pikuk drama media sosial, kreator konten Geraldy Tan melontarkan ajakan penting kepada para pengikutnya. Ia meminta publik untuk tidak mengalihkan perhatian pada gosip atau konflik pribadi para publik figur, melainkan tetap memfokuskan energi serta perhatian kolektif pada isu karhutla yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Aksi solidaritas moral turut berdatangan dari jajaran aktris dan aktor. Aktris Tissa Biani menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa terjun langsung ke lokasi bencana di Kalimantan untuk membantu penanganan di lapangan. Meski demikian, ia terus memberikan dukungan moril dan doa terbaik bagi warga yang terdampak. Sementara itu, Natasha Rizky mengunggah penampakan udara yang memperlihatkan pekatnya kepulan asap yang menutupi daratan Kalimantan sambil menyertakan doa dan kepasrahan agar Indonesia dilindungi dari dampak bencana yang lebih parah.

Dukungan untuk mengawal isu ini terus bergulir tajam di ranah publik. Aktor Teuku Wisnu membagikan ulang sejumlah hantaran yang memperlihatkan kondisi Kalimantan terkini yang kian memprihatinkan akibat diselimuti kobaran api dan asap tebal. Aksi serupa diikuti oleh figur publik lainnya seperti Tara Basro, Brisia Jodie, Cut Syifa, Keanu Agl, hingga Al Ghazali yang secara serentak mengunggah ulang template gerakan peduli karhutla.

Aksi masif dari kalangan publik figur ini mempertegas bahwa karhutla bukan lagi sekadar isu lingkungan lokal, melainkan krisis nasional yang membutuhkan penanganan darurat, transparan, dan tegas. Publik kini menantikan langkah nyata serta komitmen penuh dari jajaran pemerintah untuk memadamkan titik-titik api dan memberantas akar penyebab kebakaran hutan di tanah air.

Ditulis oleh Defi

Komentar