Tinjau KDKMP Sidoarjo, Zulhas Targetkan 35 Ribu Titik Aktif Bulan ini

Menko Zulkifli Hasan meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Tambakrejo, Sidoarjo. Pemerintah targetkan 35 ribu titik koperasi aktif bulan ini.

Tinjau KDKMP Sidoarjo, Zulhas Targetkan 35 Ribu Titik Aktif Bulan ini
Zulhas saat mengecek kelayakan kendaraan milik KDKMP Tambakrejo. (Fariz/Frame Daily)

Frame Daily, Sidoarjo – Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/10/2026). Kunjungan lapangan ini digelar untuk memastikan kesiapan serta keberlangsungan gerak ekonomi koperasi desa sesuai arahan langsung Presiden.

​Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

​Zulhas memantau seluruh sarana KDKMP Tambakrejo, mulai dari alur pelayanan, ketersediaan stok barang pokok, hingga armada distribusi. Sejumlah komoditas vital yang diperiksa ketat meliputi pasokan pupuk bersubsidi, tabung LPG, hingga beras dan sembako murah untuk warga lokal.

​Tak hanya itu, kelayakan armada angkut seperti unit truk, prapikap, serta armada roda tiga penunjang distribusi turut disisir agar penyaluran bahan pokok ke pelosok desa berjalan mulus.

​Targetkan 35 Ribu Titik Koperasi Selesai Bulan Ini

​Zulkifli menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama jajaran lintas kementerian, TNI, Polri, dan pemerintah daerah tengah masif mengawal percepatan operasi KDKMP di seluruh wilayah Indonesia.

​“Atas arahan Bapak Presiden, selama delapan hari ini semua turun meninjau dan berdialog terkait operasional KDKMP. Ada 10.070 titik yang ditargetkan rampung dicek dalam 10 hari ini, dan bulan ini kita patok target mencapai 35.000 titik dari total target 80.000 titik secara bertahap,” tegas Zulkifli Hasan di Desa Tambakrejo.

​Ia menegaskan, KDKMP merupakan proyek strategis nasional yang memerlukan sinergi kuat lintas lembaga. Pembangunan fasilitas maupun penyempurnaan manajemen koperasi dilakukan secara maraton agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat bawah.

​“Tentu tidak semua langsung sempurna, butuh waktu dan proses. Ini pekerjaan besar menyangkut puluhan ribu titik. Namun, ini momentum agar ekonomi desa tumbuh dan berputar langsung dari desa itu sendiri,” tambahnya.

​Koperasi Jadi Jalur Bansos hingga Penyerap Hasil Tani

​KDKMP dirancang sebagai tulang punggung ekonomi warga pedesaan. Selain menyalurkan barang-barang bersubsidi seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan), koperasi ini disiapkan menjadi pintu resmi penyaluran program bantuan sosial (bansos) pemerintah.

​Ke depan, KDKMP juga diproyeksikan sebagai penampung hasil panen petani (offtaker). Berkolaborasi dengan Perum Bulog, koperasi ini akan memborong hasil tani saat harga pasar anjlok sesuai dengan standar harga jaminan pemerintah.

​Di akhir peninjauan, Zulhas menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, khususnya para Bintara Pembina Desa (Babinsa), yang terjun langsung mengawal pembangunan fisik gedung koperasi di lapangan.

Ditulis oleh Fariz

Komentar