Frame Daily, jakarta - Stok beras Indonesia yang mencapai sekitar 5,3 juta ton membuka peluang ekspor ke luar negeri. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebut Indonesia berencana menjual 500 ribu ton beras ke Malaysia, seiring meningkatnya pasokan beras nasional.
Hashim mengatakan kapasitas penyimpanan beras pemerintah dan swasta telah terisi. Ia menyebut rencana ekspor ke Malaysia sebagai salah satu langkah untuk menyalurkan persediaan tersebut.
Produksi beras meningkat pada 2025
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Indonesia untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 34,69 juta ton pada 2025. Angka itu meningkat 13,29 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.
Luas panen padi pada 2025 juga meningkat menjadi sekitar 11,32 juta hektare, naik 12,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi gabah kering giling tercatat 60,21 juta ton.
Sementara itu, Kementerian Pertanian melaporkan Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Angka tersebut menggambarkan stok pemerintah pada tanggal pelaporan, bukan keseluruhan persediaan beras nasional.
Malaysia menjadi salah satu tujuan ekspor
Peluang ekspor beras ke Malaysia sebelumnya juga muncul dalam keterangan pemerintah mengenai pasar luar negeri. Pada Agustus 2026, pemerintah menyebut pengiriman awal sebanyak 1.000 ton beras ke Malaysia, disertai peluang pengembangan pasar dengan volume yang lebih besar.
Namun, pengiriman awal tersebut berbeda dari rencana ekspor 500 ribu ton yang disebut Hashim. Belum ada konfirmasi yang cukup untuk menyatakan kedua angka itu merupakan bagian dari kontrak yang sama atau bahwa seluruh volume 500 ribu ton telah disepakati.
Besarnya stok dan peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk memperluas pasar beras. Realisasi ekspor tetap bergantung pada kepastian volume, jenis beras, kontrak pembelian, jadwal pengiriman, serta perhitungan kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah perlu memastikan bahwa penyaluran beras ke pasar luar negeri berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan domestik dan kecukupan cadangan pangan nasional.
Komentar