SBY: Kalau yang Batuk Pak Prabowo, Hati-Hati! Kalau Batuknya Keras...

SBY berkelakar soal batuk Presiden Prabowo saat orasi ilmiah Dies Natalis FISIP Unpad ke-68. Ia juga mendoakan Prabowo tetap sehat memimpin Indonesia.

SBY: Kalau yang Batuk Pak Prabowo, Hati-Hati! Kalau Batuknya Keras...
Tangkapan layar - Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan orasi ilmiah di Dies Natalis Fisip Unpad Ke-68, Selasa (13/10/2026). (Youtube/Fisip Unpad)

Frame Daily, JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan kelakar tentang Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan orasi ilmiah dalam peringatan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (FISIP Unpad) ke-68. SBY berseloroh, batuk Prabowo yang terlalu keras bisa membuat nilai tukar rupiah dan pasar saham jatuh.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY di hadapan peserta acara yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi FISIP Unpad. Momen itu muncul ketika ia membuka orasi dengan menjelaskan kondisi dirinya yang sedang batuk.

Dikutip dari kanal YouTube FISIP Unpad pada Rabu (14/10/2026), SBY terlebih dahulu meminta maaf kepada peserta apabila batuknya sesekali mengganggu penyampaian materi. Ia juga menegaskan bahwa orasi yang akan disampaikannya bukan merupakan orasi politik.

"Sebelum saya sampaikan orasi ilmiah, harus saya pastikan bukan orasi politik, saya ingin sampaikan permohonan maaf, excuse coming from me, saya ini agak batuk, tapi bukan influenza A, aman, sehingga dalam sampaikan orasi ini sekali-sekali batuk, mohon dimaklumi," kata SBY.

Pernyataan pembuka tersebut menjadi pengantar bagi SBY untuk menyampaikan candaan yang kemudian menyinggung Presiden Prabowo. Dengan gaya santai, ia mengaitkan batuk seorang presiden dengan kemungkinan reaksi pasar keuangan.

SBY Kelakar Batuk Prabowo Bisa Pengaruhi Pasar

Dalam orasi ilmiah tersebut, SBY mengungkapkan bahwa batuk yang dialaminya terkadang mengganggu orang-orang di sekitarnya. Ia bahkan menyebut kondisi itu dapat memengaruhi aktivitas melukis yang kini dijalaninya.

"Kalau saya batuk yang suka terganggu kiri-kanan saya, kalau saya melukis terus tiba-tiba batuk batuk pasti lukisannya rusak itu, tapi aman karena saya seorang seniman sekarang," ucapnya.

SBY memang dikenal menekuni seni lukis setelah menjalani masa kepresidenan. Dalam kesempatan itu, ia menggunakan pengalamannya sebagai pelukis untuk mencairkan suasana sebelum menyampaikan candaan mengenai kepala negara.

Ia kemudian mengarahkan kelakarnya kepada Prabowo. Menurut SBY, apabila batuknya saja dapat mengganggu aktivitas orang di sekitarnya, batuk seorang presiden bisa dibayangkan memiliki dampak yang lebih luas.

"Kalau yang batuk Pak Prabowo, hati-hati. Kalau batuknya keras, nilai tukar rupiah dan saham bisa jatuh," ujar SBY.

Ucapan tersebut disampaikan dalam konteks humor di tengah orasi ilmiah. Pernyataan itu tidak disertai data atau penjelasan ekonomi yang menunjukkan bahwa batuk seorang presiden secara langsung dapat menyebabkan pelemahan rupiah atau penurunan harga saham.

Karena itu, candaan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari penyampaian SBY untuk mencairkan suasana, bukan sebagai analisis mengenai faktor yang memengaruhi pasar keuangan Indonesia.

SBY Doakan Prabowo Sehat Memimpin Indonesia

Setelah melontarkan candaan tersebut, SBY menyampaikan harapannya agar Prabowo senantiasa diberikan kesehatan. Ia menekankan pentingnya kondisi kesehatan presiden agar dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan baik.

"Kita doakan presiden kita sehat sehingga bisa memimpin negara dengan baik," imbuhnya.

Pernyataan itu menutup rangkaian kelakar SBY mengenai batuk dalam pembukaan orasi ilmiahnya. Di balik humor yang disampaikan, mantan presiden tersebut tetap menekankan harapan agar Prabowo dapat menjalankan tanggung jawab kepemimpinan nasional secara optimal.

Kesehatan kepala negara menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian publik karena berkaitan dengan pelaksanaan tugas konstitusional dan kesinambungan pemerintahan. Meski demikian, dalam kesempatan tersebut SBY tidak menyampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan Prabowo ataupun mengindikasikan bahwa presiden sedang mengalami gangguan kesehatan.

Orasi Ilmiah dalam Dies Natalis FISIP Unpad

Kehadiran SBY dalam peringatan Dies Natalis FISIP Unpad ke-68 menjadi bagian dari agenda akademik yang mempertemukan tokoh nasional dengan lingkungan perguruan tinggi. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan orasi ilmiah yang diawali dengan suasana ringan melalui candaan tentang batuk.

Momen itu memperlihatkan bagaimana humor dapat digunakan untuk membangun kedekatan dengan audiens dalam forum formal. SBY mengawali sambutannya dengan permohonan maaf atas kondisi suaranya, lalu mengembangkan candaan yang menyentuh kehidupan pribadi hingga dinamika kepemimpinan nasional.

Potongan pernyataan mengenai Prabowo dan pasar keuangan menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam orasi tersebut. Meski mengundang perhatian, substansi candaan itu tetap perlu dibaca sesuai konteks penyampaiannya.

Berdasarkan rekaman orasi yang dikutip dari kanal YouTube FISIP Unpad, inti pernyataan SBY adalah kelakar mengenai besarnya perhatian publik terhadap seorang presiden, yang kemudian diikuti doa agar Prabowo selalu sehat dan mampu memimpin Indonesia dengan baik.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar