Polresta Magelang Resmi Cabut Izin Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur

Keputusan ini diambil menyusul penolakan tajam dari berbagai elemen masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait rekam jejak Bocelli yang dinilai mendukung militer Israel.

Polresta Magelang Resmi Cabut Izin Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur
Polresta Magelang resmi membatalkan rekomendasi izin penyelenggaraan konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober mendatang (Dok. Instagram @andreabocelliofficial)

Frame Daily, Jakarta — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang resmi mencabut rekomendasi izin penyelenggaraan konser penyanyi opera kawakan asal Italia, Andrea Bocelli. Konser yang sedianya bakal digelar di kawasan cagar budaya Candi Borobudur pada 31 Oktober mendatang tersebut dipastikan batal terlaksana akibat gelombang penolakan publik terkait isu kemanusiaan dan rekam jejak sang artis.

Keputusan tegas pihak kepolisian ini dikonfirmasi langsung oleh Wakapolresta Magelang, Kompol Bim Rekoaji. Langkah pencabutan izin ditempuh guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta merespons aspirasi luas yang menyuarakan keberatan atas kedatangan tenor berusia 68 tahun tersebut.

Berdasarkan pantauan frame daily, gelombang penolakan terhadap pemusik kelas dunia ini dipicu oleh rekam jejak politis dan aktivitas sosialnya di masa lalu yang menyentuh isu sensitif geopolitik Timur Tengah. Bocelli tercatat pernah tampil dalam acara penggalangan dana yang ditujukan untuk mendukung militer Israel pada tahun 2010 silam. Selain itu, ia juga menggelar pertunjukan konser skala besar di Tel Aviv, Israel, pada tahun 2022. Rekam jejak tersebut memicu persepsi publik di Indonesia bahwa sang musisi turut memberikan legitimasi serta dukungan finansial terhadap aksi militer Israel.

Kritik tajam dan penolakan keras salah satunya datang dari pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama International, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memberikan panggung kepada figur-figur yang memiliki kaitan atau rekam jejak mendukung tindakan kekerasan militer di kawasan Palestina.

"Saya ingin menegaskan, rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan pada kemanusiaan. Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," tegas Sudarnoto.

Sikap tegas dari institusi keagamaan dan elemen masyarakat sipil tersebut memperkuat pertimbangan aparat keamanan dalam mengambil tindakan preventif. Polresta Magelang menilai keamanan kawasan objek vital nasional seperti Candi Borobudur serta kondusivitas wilayah Jawa Tengah harus menjadi prioritas utama di atas agenda hiburan internasional.

Pencabutan izin pertunjukan musik internasional ini menambah daftar panjang dinamika penolakan figur publik global di tanah air akibat isu solidaritas Palestina. Sampai berita ini diturunkan, pihak penyelenggara lokal maupun manajemen Andrea Bocelli belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah lanjutan atas pembatalan konser di kawasan Borobudur tersebut.

Ditulis oleh Defi

Komentar