Frame Daily, Sidoarjo – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian produktif di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Hasilnya, sebanyak 73 kilogram kangkung segar berhasil dipanen dan disalurkan untuk memasok kebutuhan sayuran di Pasar Porong, Sidoarjo, Jumat (16/10/2026).
Jumlah 73 kilogram tersebut merupakan akumulasi hasil panen warga binaan selama satu minggu terakhir. Selain memasok pedagang di Pasar Porong, sebagian hasil panen juga digunakan untuk memenuhi pesanan masyarakat yang telah masuk sebelumnya.
Kegiatan pertanian di lahan SAE ini dirancang sebagai wadah pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan keterampilan kerja. Mulai dari pemrosesan tanah, perawatan tanaman, hingga pemanenan, warga binaan dilibatkan secara penuh guna memberikan bekal keterampilan praktis saat kembali ke masyarakat kelak.
Kalapas Tekankan Pembinaan Berkelanjutan dan Berorientasi Ekonomi
Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan SAE merupakan komitmen jajarannya dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.
"Kami terus mendorong agar program pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk berkualitas yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, serta semangat menjadi pribadi yang mandiri," ujar Sohibur Rachman.
Senada dengan Kalapas, Kasi Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas I Surabaya, Supriyanto, menjelaskan bahwa pemasaran ke Pasar Porong membuktikan bahwa hasil kerja warga binaan mampu terserap dengan baik di pasar komersial.
"Hasil panen kangkung ini merupakan akumulasi selama satu minggu terakhir. Hasilnya kami gunakan untuk memenuhi pesanan masuk dan didistribusikan ke Pasar Porong agar kegiatan produksi di lahan SAE bisa terus berjalan secara berkelanjutan," terang Supriyanto.
Warga Binaan Terima Premi Hasil Kerja
Usai kegiatan panen selesai, pihak Lapas Kelas I Surabaya langsung membagikan premi (upah kerja) kepada para warga binaan yang terlibat aktif dalam proses produksi pertanian tersebut.
Pemberian premi ini merupakan bentuk apresiasi resmi atas kontribusi, keterampilan, dan kerja keras warga binaan. Selain memberikan insentif finansial secara sah, pembagian premi diharapkan menjadi motivasi tambahan agar para warga binaan semakin giat mengasah keterampilan selama masa pemidanaan.
Dengan terserapnya 73 kilogram kangkung di Pasar Porong, Lapas Kelas I Surabaya membuktikan komitmennya dalam menyelaraskan pembinaan keterampilan warga binaan dengan kegiatan yang berdaya guna bagi perekonomian lokal.
Komentar