Jejak AKA, Band Rock Legendaris Pionir Musik Teatrikal Asal Surabaya

Jejak AKA Band Surabaya, pionir rock teatrikal era 60-70an yang lahir di Apotek Kaliasin. Simak sejarah Ucok Harahap hingga proyek fenomenal Duo Kribo.

Jejak AKA, Band Rock Legendaris Pionir Musik Teatrikal Asal Surabaya
Para personel AKA Band.(Frame Daily)

Frame Daily, Surabaya — Perkembangan musik rock di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran kancah musik Kota Surabaya pada era 1960-an hingga 1970-an. Salah satu nama paling berpengaruh dalam kancah tersebut adalah AKA Band, grup musik rock teatrikal legendaris yang memikat publik lewat aksi panggung eksentrik serta karya-karya musik yang membekas hingga sekarang.

​Kota Pahlawan kala itu menjadi salah satu barometer musik cadas tanah air yang melahirkan musisi-musisi bertalenta tinggi. Keberadaan AKA Band memberikan warna baru dalam industri hiburan nasional melalui genre rock yang dikombinasikan dengan pertunjukan panggung yang spektakuler.

​Sejarah Berdirinya AKA Band dan Markas Apotek Kaliasin

​Grup musik ini resmi dibentuk pada 23 Mei 1967 atas inisiatif sang vokalis, Andalus Datoek Oloan Harahap yang lebih akrab disapa Ucok Harahap atau Ucok AKA. Menurut catatan sejarah dalam situs online artikel terpercaya Historia.id bertajuk "Apotek yang Melahirkan Band Rock Legendaris Indonesia", nama "AKA" sejatinya merupakan singkatan dari Apotik Kali Asin.

​Apotek yang berlokasi di Jalan Kaliasin Surabaya (kini kawasan Jalan Basuki Rahmat) tersebut merupakan milik ayah Ucok, Ismail Harahap. Di sudut bangunan apotek itulah Ucok bersama para personel awal rutin mengasah kemampuan bermusik serta merancang konsep pertunjukan mereka.

​Format solid AKA Band kemudian diisi oleh formasi emas yang terdiri dari empat personel utama:

  • ​Ucok Harahap (Vokal Utama, Keyboard)
  • ​Soenata Tanjung (Gitar)
  • ​Arthur Kaunang (Bass)
  • ​Syech Abidin (Drum)

​Dalam artikel yang dimuat pada pustaka sejarah Pusaka Jawatimuran (Disperpusip Jatim) berpotret "Grup musik rock AKA, Surabaya", AKA dikenal dengan gaya panggung yang kontroversial dan sarat aksi teatrikal. Ucok sering kali menampilkan atraksi ekstrem seperti melompat dari tempat tinggi, diikat rantai, hingga dimasukkan ke dalam peti mati di atas panggung guna memberi kejutan visual bagi para penonton.

​Kolaborasi Fenomenal Duo Kribo Bersama Ahmad Albar

​Memasuki akhir dekade 1970-an, popularitas panggung Ucok AKA menarik perhatian produser film dan rekaman nasional. Pada tahun 1977, Ucok berkolaborasi dengan vokalis band God Bless, Ahmad Albar. Karena keduanya sama-sama memiliki gaya rambut kribo yang khas, proyek duet ini dinamakan Duo Kribo.

​Riset rujukan dari portal berita SetiaFakta.com berjudul "Duo Kribo Panggungnya Ahmad Albar-Ucok AKA Harahap" mencatat bahwa kolaborasi ini menjadi fenomena besar di industri hiburan nasional. Selain merilis album piringan hitam yang meledak di pasaran, Duo Kribo juga diboyong ke layar lebar dalam film musikal dengan judul yang sama.

​Kehadiran Duo Kribo makin memperkokoh posisi Ucok AKA di blantika musik Indonesia. Perpaduan antara vokal cadas Ahmad Albar dan karakter panggung eksentrik Ucok menciptakan dinamika baru yang belum pernah ada sebelumnya.

​Lagu-Lagu Hits Legendaris AKA Band dan Duo Kribo

​Selama berkiprah di industri musik, AKA Band dan proyek Duo Kribo berhasil melahirkan deretan lagu hits yang menjadi cetak biru musik rock tanah air. Lagu-lagu mereka masih sering diputar dan di-cover oleh musisi generasi muda sebagai bentuk penghormatan.

​Karya Hits AKA Band:

  • ​Badai Bulan Desember (salah satu lagu ballad terpopuler ciptaan Ucok Harahap)
  • ​Cruel Tentations
  • ​Dunia Maya
  • ​Glenmore
  • ​Apotik Kaliasin

​Karya Hits Duo Kribo (Ucok AKA & Ahmad Albar):

  • ​Neraka Jahanam (lagu cadas legendaris yang menduduki tangga lagu teratas pada masanya)
  • ​Monalisa
  • ​Panggung Sandiwara
  • ​Uang

​Keberadaan AKA Band di Surabaya menjadi fondasi penting yang membuktikan bahwa musik rock daerah mampu mendobrak dan menguasai panggung musik nasional. Warisan karya serta gaya panggung pionir ini tetap tercatat emas dalam sejarah perjalanan musik Indonesia.

Ditulis oleh Fariz

Komentar