Frame Daily, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengingatkan masyarakat Indonesia agar mewaspadai tawaran kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji fantastis yang berpotensi menjadi modus penipuan dan eksploitasi. Tawaran tersebut banyak beredar melalui platform digital, termasuk media sosial, dengan janji penghasilan besar yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Mediodecci Lustarini, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat menilai informasi lowongan kerja yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.
"Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang beredar di ruang digital, terutama tawaran yang bersifat too good to be true," kata Mediodecci sebagaimana dikutip dari ANTARA, Senin (12/10/2026).
Peringatan tersebut muncul setelah tawaran bekerja sebagai tentara bayaran di Rusia menjadi sorotan publik pada September 2026. Pemerintah Indonesia tengah menyelidiki kemungkinan adanya penipuan dan eksploitasi terkait perekrutan tersebut.
Tawaran Kerja di Rusia Jadi Sorotan
Kasus perekrutan warga Indonesia untuk menjadi tentara bayaran di Rusia memperlihatkan risiko yang dapat muncul dari tawaran pekerjaan melalui media sosial. Iming-iming gaji besar diduga menjadi salah satu daya tarik bagi calon pekerja yang mencari peluang penghasilan di luar negeri.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia, Jose Antonio Morato Tavares, pada Jumat (18/9/2026) menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia. Mereka menghubungi kedutaan karena menduga anggota keluarga atau kerabatnya menjadi tentara bayaran di Rusia.
KBRI Moskow kemudian menginventarisasi dan memeriksa informasi yang disampaikan keluarga. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kebenaran laporan, meskipun pengumpulan bukti lengkap kerap menghadapi kendala.
Tavares mengatakan KBRI Moskow telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan sejumlah instansi terkait untuk memverifikasi laporan tersebut.
Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen perekrutan. Agen-agen tersebut diduga menawarkan pekerjaan menggunakan media sosial dengan iming-iming gaji besar.
Informasi itu menjadi perhatian karena tawaran kerja lintas negara tidak hanya berkaitan dengan potensi kerugian finansial, tetapi juga dapat membawa konsekuensi hukum dan risiko keselamatan bagi individu yang terlibat.
Kemkomdigi Minta Warga Verifikasi Lowongan
Kemkomdigi meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi lowongan kerja yang beredar di ruang digital, terutama jika tawaran tersebut menjanjikan penghasilan jauh di atas kewajaran tanpa penjelasan pekerjaan yang transparan.
Menurut Mediodecci, pencari kerja perlu memeriksa sumber informasi dan memastikan legalitas pekerjaan sebelum mengambil keputusan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan yang ditawarkan berpotensi melanggar hukum atau menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelamar.
"Masyarakat perlu memeriksa validitas tawaran melalui sumber resmi serta memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum ataupun membawa dampak hukum bagi individu," ujarnya.
Masyarakat disarankan memastikan identitas perekrut, kejelasan perusahaan, rincian pekerjaan, serta persyaratan dan mekanisme pemberangkatan ke negara tujuan. Janji gaji besar tanpa kontrak yang jelas patut menjadi alasan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pencari kerja juga perlu berhati-hati ketika perekrut meminta dokumen pribadi, biaya tertentu, atau komitmen keberangkatan sebelum memberikan informasi yang dapat diverifikasi. Setiap keputusan bekerja di luar negeri sebaiknya didasarkan pada informasi resmi dan pemahaman mengenai aturan negara tujuan.
Adukan Konten Mencurigakan ke Pemerintah
Untuk menekan penyebaran penipuan berkedok lowongan kerja, Kemkomdigi membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan konten digital mencurigakan.
"Apabila masyarakat menemukan konten terkait, masyarakat dapat melaporkannya melalui aduankonten.id untuk ditindaklanjuti," kata Mediodecci.
Kemkomdigi juga berkolaborasi dengan instansi pemerintah lain, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Luar Negeri, dalam menangani penyebaran informasi serta konten digital yang berkaitan dengan dugaan penipuan perekrutan tenaga kerja.
Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung penanganan laporan, penelusuran informasi, dan koordinasi lintas instansi sesuai kewenangan masing-masing.
Kasus dugaan perekrutan tentara bayaran di Rusia menjadi pengingat bahwa tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi perlu diperiksa secara menyeluruh. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tergiur penghasilan besar, terutama jika informasi perekrut dan legalitas pekerjaan belum dapat dipastikan.
Kemkomdigi mengimbau warga memanfaatkan sumber resmi dan melaporkan konten mencurigakan agar informasi yang berpotensi merugikan masyarakat dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang
Komentar