Halte-Halte Ini Disebut Paling Padat oleh Pengguna TransJakarta

Halte-Halte Ini Disebut Paling Padat oleh Pengguna TransJakarta
Halte CSW (Centrale Stichting Wederopbouw) di depan Sekreatariat ASEAN (istimewa)

Frame Daily, Jakarta - Tingginya jumlah pengguna TransJakarta membuat sejumlah halte transit utama di Jakarta masih dipadati penumpang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Beberapa halte bahkan disebut pengguna sebagai titik paling padat karena antrean panjang, perpindahan koridor yang penuh, hingga penumpang yang berdesakan saat menunggu bus datang.

Halte Harmoni Jadi Salah Satu Titik Terpadat

Halte Harmoni masih menjadi salah satu titik transit paling ramai di jaringan TransJakarta. Sebagai pusat perpindahan banyak koridor, halte ini dipenuhi ribuan penumpang setiap hari, terutama saat jam kerja. Kepadatan biasanya terjadi di area antrean bus hingga jalur perpindahan antarkoridor.

Selain Harmoni, halte Dukuh Atas dan Blok M juga kerap dipenuhi penumpang. Dukuh Atas menjadi titik integrasi berbagai moda transportasi mulai dari MRT, KRL, LRT, hingga TransJakarta sehingga mobilitas penumpang sangat tinggi.

Sementara Halte Blok M disebut selalu ramai karena menjadi titik pertemuan banyak rute TransJakarta dan angkutan penghubung lainnya.

Pengguna Keluhkan Antrean dan Ruang Tunggu

Sejumlah pengguna mengaku kepadatan halte membuat waktu tunggu terasa lebih lama, terutama saat bus datang dalam kondisi penuh.

“Kalau jam pulang kerja antreannya panjang banget, kadang harus nunggu beberapa bus,” ujar salah satu penumpang.

Selain antrean, ruang tunggu dan jalur perpindahan penumpang juga dinilai semakin padat seiring meningkatnya jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta.

Kecelakaan Maut di Tol Paspro Tewaskan Dua Staf Anggota DPR RIFrame Daily
Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Penumpang TransJakarta Terus Meningkat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah penumpang TransJakarta pada Maret 2026 mencapai lebih dari 32 juta orang.

Lonjakan pengguna tersebut menjadi sinyal meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi publik di Jakarta.

Namun di sisi lain, kondisi itu juga memunculkan tantangan baru terkait kapasitas halte, kenyamanan penumpang, hingga waktu tunggu bus saat jam sibuk.

Ditulis oleh SA

Komentar