BMKG Peringatkan Rob Jakarta, 11 Wilayah Diperkirakan Bakal Terdampak

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di 11 wilayah pesisir Jakarta pada 12–16 Oktober 2026. Warga diminta waspada terhadap pasang air laut.

BMKG Peringatkan Rob Jakarta, 11 Wilayah Diperkirakan Bakal Terdampak
Tanggul laut dan masjid yang terendam air laut di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta. (Dok.ANTARA)

Frame Daily, JAKARTA – BMKG memperingatkan potensi banjir rob di 11 wilayah pesisir Jakarta Utara pada 12–16 Oktober 2026. Fenomena pasang maksimum air laut yang dipengaruhi fase Bulan Baru berpotensi menggenangi kawasan pesisir, mengganggu aktivitas masyarakat, serta membahayakan akses jalan dan permukiman di sekitar pantai.

Dalam keterangan di situs resmi maritimnya pada Kamis (15/10), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fase Bulan Baru pada 10 Oktober berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut. Peringatan ini disusun berdasarkan data tinggi muka air dan prediksi pasang surut.

BMKG meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir Jakarta meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Informasi mengenai perkembangan cuaca maritim juga perlu dipantau melalui situs web dan media sosial resmi lembaga tersebut.

Potensi banjir rob Jakarta menjadi perhatian karena kawasan pesisir memiliki aktivitas ekonomi yang bergantung pada kondisi perairan. Genangan dapat menghambat kegiatan pelabuhan, bongkar muat barang, usaha tambak garam, hingga sektor perikanan darat.

11 Wilayah Pesisir Jakarta Berpotensi Terdampak

Berdasarkan peringatan BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan.

Sebagian wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk sekaligus pusat kegiatan ekonomi dan transportasi laut. Apabila air laut melimpas ke daratan, aktivitas warga, distribusi barang, serta akses menuju kawasan usaha dapat terganggu.

Risiko genangan juga perlu diantisipasi di jalan dan permukiman yang berada pada elevasi rendah. Masyarakat disarankan mengamankan barang berharga, memperhatikan kondisi saluran air, serta menghindari area yang mengalami genangan cukup tinggi.

Peringatan banjir rob Jakarta tersebut berlaku pada 12–16 Oktober 2026. Karena periode yang diumumkan mencakup tanggal sebelum dan pada saat laporan diterbitkan, masyarakat perlu memperhatikan pembaruan informasi resmi untuk mengetahui perkembangan kondisi pasang laut setempat.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap pasang maksimum air laut. Informasi maritim resmi menjadi acuan bagi warga dan pelaku usaha untuk menyesuaikan kegiatan selama periode berisiko.

Tanggul 80 Meter Dibangun di Jakarta Utara

Untuk mengurangi dampak banjir rob, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara tengah membangun tanggul mitigasi sepanjang 80 meter di Jalan Mandala Bahari. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menahan limpasan air laut yang sebelumnya kerap menggenangi jalan dan permukiman.

Kepala Sudin SDA Jakarta Utara Heria Suwandi mengatakan tanggul baru dirancang lebih tinggi daripada ketinggian air laut yang tercatat saat pasang ekstrem. Menurut dia, ketinggian air laut dapat mencapai 2,8 meter, sedangkan tanggul yang dibangun mencapai 3,15 meter.

“Saat pasang laut ekstrem, tinggi air mencapai 2,8 meter dan tanggul yang dibangun saat ini mencapai 3,15 meter sehingga air laut tak dapat masuk,” kata Heria pada Selasa (13/10).

Sebelumnya, tanggul lama setinggi dua meter kerap terlampaui ketika air laut mengalami pasang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan genangan di gudang milik Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian serta mengganggu akses jalan di sekitarnya.

Heria menargetkan pembangunan tanggul mitigasi tersebut rampung pada akhir Desember 2026. Infrastruktur ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan dari limpasan air laut, terutama ketika terjadi pasang ekstrem.

Warga Diminta Pantau Informasi Maritim

Peringatan BMKG dan pembangunan tanggul menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak banjir rob di kawasan pesisir Jakarta. Kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan karena kondisi pasang laut dapat memengaruhi wilayah pesisir dengan tingkat kerentanan berbeda.

Warga di 11 wilayah yang masuk dalam peringatan diimbau mengikuti informasi resmi, memperhatikan kondisi lingkungan, dan mengutamakan keselamatan apabila genangan terjadi. Pelaku usaha di kawasan pelabuhan dan perikanan juga perlu menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi pasang surut.

Ditulis oleh Nurmalita Aninditya

Komentar